headerphoto

Pada posting sebelumnya sudah dibahas Arduino sebagai alat kontrol yang murah, seperti kita ketahui bahwa arduino itu alat kontrol yang dirancang untuk membuat perangkat mudah dan murah, maka sekarang akan dibahas sisi mudahnya menggunakan arduino, yang akan dibagi menjadi 4 sub tema, yaitu:
  1. Merakit Rangkaian
  2. Instal Driver USB
  3. Instal Program Android IDE
  4. Membuat Sketch Sederhana

1. Merakit Rangkaian

Sudah memiliki board arduino? (jawab, ya) maka anda lanjut merakit sebuah rangkaian, minimal rangkaian flip-flop yang terdiri dari beberapa led dan resistor.

2. Instal Driver USB

Jika anda menggunakan board arduino compatible (versi china, yang harganya murah < Rp 200.000) yang umumnya pakai chip interface CH340G, anda bisa mencoba menghubungkan dengan komputer dan cek apakah terdeteksi apa tidak. Jika terdeteksi maka anda tidak butuh driver, tetapi jika tidak terdeteksi maka anda membutuhkan driver yang bisa download di situs pembuat nya Win Chip Head (WCH) Electronic dan kemudian menginstal driver nya, lalu perhatikan dibagian mana Ports (COM & LPT)nya, contoh: USB-SERIAL CH340 (COM10).

3. Instal Program Android IDE

Untuk memprogram board Arduino, kita butuh program Arduino IDE (Integrated Development Environment) bawaan dari Arduino. Program ini berguna untuk membuat, membuka, dan mengedit source code Arduino atau biasa disebut sketches.

Anda bisa mendownload Arduino IDE di website Arduino. Pada saat tulisan ini dibuat (13/10/2018), Arduino IDE sudah versi 1.8.7. Software Arduino ada yang versi installer dan versi terkompres dalam zip. Jika memilih versi tanpa install (format .zip), maka Anda hanya perlu mengekstraknya di folder mana saja dan Anda bisa langsung menjalankannya.
  • Jalankan Arduino (arduino.exe), pada pojok kanan bawah akan ada tulisan identitas board arduino yang anda gunakan, contoh Arduino Nano ATmega328P (Old Bootloder) on COM10
  • Jika belum ada, setting board Arduino dengan cara: Klik menu Tools > Board > (pilih arduino yang digunakan)
  • Pilih port yang digunakan Arduino dengan cara mengklik menu Tools > Ports > (pilih yang ada Arduino-nya)
  • Jika sudah ada tulisan identitas board arduino pada pojok kanan bawah, buka sampel led flip-flop dengan cara klik menu File > Examples > 1.Basic > Blink
  • Klik tombol upload (tombol denga panah ke kanan)
  • Setelah berhasil diupload, akan muncul tulisan Done uploading di bagian bawah. Jika berhasil, maka LED dengan tulisan "L" pada board Arduino akan kelap-kelip.

4. Membuat Sketch Sederhana

Setelah berhasil mengupload contoh skecth yang disediakan program Arduino IDE, selanjutnya mengupload sketch yang akan mengontrol rangkaian flip-flop yang tadi dibuat. Berikut sketch yang bisa anda copy.
int led1 = 3; // R1
int led2 = 4;
int led3 = 5;
int led4 = 6;
int led5 = 7;
int led6 = 8;
int led7 = 9;
int led8 = A3; // R8
int led9 = 13; // S1
int led10 = A0;
int led11 = A1;
int led12 = A2;
int led13 = 12;
int led14 = 11;
int led15 = 10;
int led16 = 2; // S8

void setup() {
pinMode(led1, OUTPUT);
pinMode(led2, OUTPUT);
pinMode(led3, OUTPUT);
pinMode(led4, OUTPUT);
pinMode(led5, OUTPUT);
pinMode(led6, OUTPUT);
pinMode(led7, OUTPUT);
pinMode(led8, OUTPUT);
pinMode(led9, OUTPUT);
pinMode(led10, OUTPUT);
pinMode(led11, OUTPUT);
pinMode(led12, OUTPUT);
pinMode(led13, OUTPUT);
pinMode(led14, OUTPUT);
pinMode(led15, OUTPUT);
pinMode(led16, OUTPUT);
}

void loop() {
digitalWrite(led1, HIGH); // sesi 1
delay(1000);
digitalWrite(led1, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led2, HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(led2, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led3, HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(led3, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led4, HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(led4, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led5, HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(led5, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led6, HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(led6, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led7, HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(led7, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led8, HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(led8, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led1, HIGH); // sesi 2
delay(500);
digitalWrite(led1, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led2, HIGH);
delay(500);
digitalWrite(led2, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led3, HIGH);
delay(500);
digitalWrite(led3, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led4, HIGH);
delay(500);
digitalWrite(led4, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led5, HIGH);
delay(500);
digitalWrite(led5, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led6, HIGH);
delay(500);
digitalWrite(led6, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led7, HIGH);
delay(500);
digitalWrite(led7, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led8, HIGH);
delay(500);
digitalWrite(led8, LOW);
delay(1);
for(int i=0; i<9; i++){
digitalWrite(led1, HIGH); // sesi 3
delay(100);
digitalWrite(led1, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led2, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led2, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led3, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led3, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led4, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led4, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led5, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led5, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led6, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led6, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led7, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led7, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led8, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led8, LOW);
delay(1);
if(i>3){
digitalWrite(led9, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led9, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led10, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led10, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led11, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led11, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led12, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led12, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led13, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led13, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led14, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led14, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led15, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led15, LOW);
delay(1);
digitalWrite(led16, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led16, LOW);
delay(1);
}
}
}


Berikut video hasilnya:


Sumber referensi dan tempat download:
  1. Situs resmi Arduino https://www.arduino.cc/en/Main/Software
  2. Memulai Outseal PLC http://www.outseal.com/web/tutorial/
  3. Win Chip Head (WCH) Electronic http://www.wch.cn/download/CH341SER_ZIP.html
  4. Arduino Untuk Pemula https://www.elangsakti.com
  5. Penyebab tidak bisa mengupload program ke Arduino http://riyansblog.blogspot.com/2015/10/penyebab-tidak-bisa-mengupload-program.html

Lanjut membaca »»

Setelah kemarin kita mengenal Arduino, sejarah singkatnya, jenis-jenisnya, contoh source code atau sketche-nya yang ditulis dengan bahasa pemrograman C, kemudian masuk kesimpulan, bahwa Arduino adalah alat kontrol yang dirancang untuk membuat perangkat mudah dan murah, dari perangkat yang sudah ada. Pertanyaan kemudian, buat ngontrol apa sih Arduino?

Sebagai alat kontrol, Arduino bisa digunakan untuk mengontrol, mengendalikan atau memproses suatu peralatan elektronik yang sederhana, hingga peralatan elektronik yang rumit, contoh: sensor atau pengingat akan turun hujan, otomatisasi lampu jalan, membuat jam digital, menghidupkan lampu dengan hp android, hingga merancang sebuah robot.

Selain digunakan dalam dunia elektronika, Arduino juga bisa digunakan dalam dunia listrik, misalnya sebagai pengendali start dan stop motor listrik, dan yang sekarang lagi populer Arduino bisa digunakan sebagai PLC (Programmable Logic Controller).

Arduino sebagai Alat Kontrol yang Murah

Contoh sebuah kontrol yang sudah saya posting yaitu Otomatis Lampu Menggunakan Timer, dimana timer digunakan untuk menghidupkan dan mematikan lampu secara otomatis. Seperti ini, lampu nyala jam 18.00 dan akan padam jam 05.00 esok hari, begitu seterusnya setiap hari. Berikut wiring diagramnya.


Dalam wiring diagram di atas T1 dan T2 adalah timer, dimana sebuah timer harganya Rp 200.000, maka untuk sebuah kontrol sederhana otomatis lampu tersebut, minimal kita membutuhkan biaya Rp 400.000.


Bila kita menggunakan sebuah Arduino sebegai alat kontrolnya, kita lihat gambar di bawah harga Arduino jenis Nano yaitu Rp 35.000.


Ada gitu timer dalam Arduino? (jawabannya) ada, bahkan kita bisa menulis dalam bahasa pemrograman Arduino hingga 8 buah timer.

Maka tidak salah disimpulkan, bahwa Arduino adalah alat kontrol yang dirancang untuk membuat perangkat mudah dan murah, dari perangkat yang sudah ada. Bahwa Arduino itu sekarang booming dan begitu populer. Kita sebagai pegiat elektronika, kalo tidak belajar Arduino, kita akan ketinggalan. Semangats untuk belajar :semangat::s92:

Lanjut membaca »»

Dari Grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar ada postingan, "Kang, saya ingin tahu lebih dalam tentang arduino, mulai dari apa itu arduino, apa kelebihan-kelebihan arduino? dst. Sepertinya arduino ini dalam dunia elektronika lagi populer, booming, berkembang pesat, kita akan ketinggalan kalo tidak ngikutin (untuk mempelajarinya). Zaman saya belajar formal, di STM, SMK dan bangku kuliah, belum ada itu arduino."

Untuk itu saya kutip materi-materi Arduino dari berbagai sumber (kang Admin grupnya sama-sama belum begitu faham Arduino, maklum seangkatan, 90-an :malu:).

Pengertian Arduino

Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.



Arduino juga merupakan platform hardware terbuka yang ditujukan kepada siapa saja yang ingin membuat purwarupa peralatan elektronik interaktif berdasarkan hardware dan software yang fleksibel dan mudah digunakan. Mikrokontroler diprogram menggunakan bahasa pemrograman arduino yang memiliki kemiripan syntax dengan bahasa pemrograman C. Karena sifatnya yang terbuka maka siapa saja dapat mengunduh skema hardware arduino dan membangunnya.

Arduino menggunakan keluarga mikrokontroler ATMega yang dirilis oleh Atmel sebagai basis, namun ada individu/perusahaan yang membuat clone arduino dengan menggunakan mikrokontroler lain dan tetap kompatibel dengan arduino pada level hardware. Untuk fleksibilitas, program dimasukkan melalui bootloader meskipun ada opsi untuk mem-bypass bootloader dan menggunakan downloader untuk memprogram mikrokontroler secara langsung melalui port ISP.

Sejarah Singkat

Semuanya berawal dari sebuah thesis yang dibuat oleh Hernando Barragan, di Institute Ivrea, Italia pada tahun 2005, dikembangkan oleh Massimo Banzi dan David Cuartielles dan diberi nama Arduin of Ivrea. Lalu diganti nama menjadi Arduino yang dalam bahasa Italia berarti teman yang berani.

Tujuan awal dibuat Arduino adalah untuk membuat perangkat mudah dan murah, dari perangkat yang ada saat itu. Dan perangkat tersebut ditujukan untuk para siswa yang akan membuat perangkat desain dan interaksi.

Saat ini tim pengembangnya adalah Massimo Banzi, David Cuartielles, Tom Igoe, Gianluca Martino, David Mellis, dan Nicholas Zambetti. Mereka mengupayakan 4 hal dalam Arduino ini, yaitu:

  1. Harga terjangkau
  2. Dapat dijalankan diberbagai sistem operasi, Windows, Linux, Mac, dan sebagainya.
  3. Sederhana, dengan bahasa pemograman yang mudah bisa dipelajari orang awam, bukan untuk orang teknik saja.
  4. Open Source, hardware maupun software.

Sifat Arduino yang Open Source, membuat Arduino berkembang sangat cepat. Sehingga banyak lahir perangkat-perangkat sejenis Arduino. Seperti DFRDuino atau Freeduino, sedangkan untuk lokal ada CipaDuino yang dibuat oleh SKIR70, lalu ada MurmerDuino yang dibuat oleh Robot Unyil, ada lagi AViShaDuino yang salah satu pembuatnya adalah Admin Kelas Robot.

Sampai saat ini pihak resmi, sudah membuat berbagai jenis-jenis Arduino. Mulai dari yang paling mudah dicari dan paling banyak digunakan, yaitu Arduino Uno. Hingga Arduino yang sudah menggunakan ARM Cortex, berbentuk Mini PC. Hingga saat ini sudah ada ratusan ribu Arduino yang digunakan digunakan di dunia sejak tahun 2011. Arduino juga sudah dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar, contohnya Google menggunakan Arduino untuk Accessory Development Kit, NASA memakai Arduino untuk prototypin, ada lagi Large Hadron Colider memakai Arduino dalam beberapa hal untuk pengumpulan data.

Banyak yang bertanya Arduino ini sebenarnya menggunakan bahasa pemprograman apa? Arduino sebenarnya menggunakan bahasa C, yang sudah disederhanakan. Sehingga orang awam pun bisa menjadi seniman digital, bisa mempelajari Arduino dengan mudahnya.

Jenis-Jenis Arduino

Seperti Microcontroller yang banyak jenisnya, Arduino lahir dan berkembang, kemudian muncul dengan berbagai jenis. Diantaranya adalah:

a. Arduino Uno

Jenis yang ini adalah yang paling banyak digunakan. Terutama untuk pemula sangat disarankan untuk menggunakan Arduino Uno. Banyak sekali referensi yang membahas Arduino Uno. Versi yang terakhir adalah Arduino Uno R3 (Revisi 3), menggunakan ATMEGA328 sebagai Microcontrollernya, memiliki 14 pin I/O digital dan 6 pin input analog. Untuk pemprograman cukup menggunakan koneksi USB type A to To type B. Sama seperti yang digunakan pada USB printer.

b. Arduino Due

Berbeda dengan saudaranya, Arduino Due tidak menggunakan ATMEGA, melainkan dengan chip yang lebih tinggi ARM Cortex CPU. Memiliki 54 I/O pin digital dan 12 pin input analog. Untuk pemprogramannya menggunakan Micro USB, terdapat pada beberapa handphone.

c. Arduino Mega

Mirip dengan Arduino Uno, sama-sama menggunakan USB type A to B untuk pemprogramannya. Tetapi Arduino Mega, menggunakan Chip yang lebih tinggi ATMEGA2560. Dan tentu saja untuk Pin I/O Digital dan pin input Analognya lebih banyak dari Uno.

d. Arduino Leonardo

Bisa dibilang Leonardo adalah saudara kembar dari Uno. Dari mulai jumlah pin I/O digital dan pin input Analognya sama. Hanya pada Leonardo menggunakan Micro USB untuk pemprogramannya.

e. Arduino Fio

Bentuknya lebih unik, terutama untuk socketnya. Walau jumlah pin I/O digital dan input analognya sama dengan uno dan leonardo, tapi Fio memiliki Socket XBee. XBee membuat Fio dapat dipakai untuk keperluan projek yang berhubungan dengan wireless.

f. Arduino Lilypad

Bentuknya yang melingkar membuat Lilypad dapat dipakai untuk membuat projek unik. Seperti membuat amor iron man misalkan. Hanya versi lamanya menggunakan ATMEGA168, tapi masih cukup untuk membuat satu projek keren. Dengan 14 pin I/O digital, dan 6 pin input analognya.

g. Arduino Nano

Sepertinya namanya, Nano yang berukulan kecil dan sangat sederhana ini, menyimpan banyak fasilitas. Sudah dilengkapi dengan FTDI untuk pemograman lewat Micro USB. 14 Pin I/O Digital, dan 8 Pin input Analog (lebih banyak dari Uno). Dan ada yang menggunakan ATMEGA168, atau ATMEGA328.

h. Arduino Mini

Fasilitasnya sama dengan yang dimiliki Nano. Hanya tidak dilengkapi dengan Micro USB untuk pemograman. Dan ukurannya hanya 30 mm x 18 mm saja.

i. Arduino Micro

Ukurannya lebih panjang dari Nano dan Mini. Karena memang fasilitasnya lebih banyak yaitu; memiliki 20 pin I/O digital dan 12 pin input analog.

j. Arduino Ethernet

Ini arduino yang sudah dilengkapi dengan fasilitas ethernet. Membuat Arduino kamu dapat berhubungan melalui jaringan LAN pada komputer. Untuk fasilitas pada Pin I/O Digital dan Input Analognya sama dengan Uno.

k. Arduino Esplora

Rekomendasi bagi kamu yang mau membuat gadget sepeti Smartphone, karena sudah dilengkapi dengan Joystick, button, dan sebagainya. Kamu hanya perlu tambahkan LCD, untuk lebih mempercantik Esplora.

l. Arduino Robot

Ini adalah paket komplit dari Arduino yang sudah berbentuk robot. Sudah dilengkapi dengan LCD, Speaker, Roda, Sensor Infrared, dan semua yang kamu butuhkan untuk robot sudah ada pada Arduino ini.

Contoh program

Untuk memprogram board Arduino, kita butuh aplikasi IDE (Integrated Development Environment) bawaan dari Arduino. Aplikasi ini berguna untuk membuat, membuka, dan mengedit source code Arduino (Sketches, para programmer menyebut source code arduino dengan istilah "sketches"). Sketch merupakan source code yang berisi logika dan algoritma yang akan diupload ke dalam IC mikrokontroller (Arduino). Contoh sketches:


int LED_PIN = 13;

void setup () {
pinMode (LED_PIN, OUTPUT); // enable pin 13 for digital output
}

void loop () {
digitalWrite (LED_PIN, HIGH); // turn on the LED
delay (1000); // wait one second (1000 milliseconds)
digitalWrite (LED_PIN, LOW); // turn off the LED
delay (1000); // wait one second
}


Kesimpulannya, Arduino adalah alat kontrol yang dirancang untuk membuat perangkat mudah dan murah, dari perangkat yang sudah ada.

Demikian materi pengenalan Arduino, semoga bermanfaat dan bisa difahami. Sumber yang saya kutip :catat:
[1] Wikipedia - https://id.wikipedia.org/wiki/Arduino
[2] Situs resmi Arduino - https://www.arduino.cc/
[3] ebook Arduino untuk pemula - https://www.elangsakti.com

Lanjut membaca »»

Rangkaian berikut ini adalah rangkaian power supply tegangan variasi zener, yaitu rangkaian catu daya yang merubah tegangan AC 220V menjadi tegangan DC yang bervariasi atau bisa diatur dari 0 - 12 VDC, yang di dalamnya terdapat komponen dioda zener sebagai stabilisator tegangan pada saat nilai maksimum.

Sebelumnya saya sudah memposting Rangkaian Catu Daya dengan Tegangan Bervariasi, dimana ia menggunakan trafo step down 220/12 V non CT 500 mA, yang biasanya terdapat banyak pilihan tegangan pada bagian sekundernya (3V; 4,5V; 6V; 7,5V; 9V dan 12V), maka untuk mengatur tegangan output tersebut adalah dengan saklar putar yang akan terhubung pada tegangan yang kita inginkan.

Bagaimana bila kita inginkan tegangan DC variasi menggunakan trafo CT?

Pada pos ini kita menggunakan trafo step down 220/12 V CT 500 mA, yang tidak punya banyak pilihan output tegangan, sehingga untuk mengatur tegangan output ialah dengan potensiometer sebagai pembagi tegangan yang kemudian diumpan ke bagian penguat. Lihat gambar rangkaiannya di bawah ini.

Rangkaian Catu Daya Tegangan Variasi Zener

:catat: Daftar rangkaian:
  • R1 = 100 Ω
  • R2 = 2 kΩ (potensiometer)
  • R3 = 10 kΩ
  • C1 = 2200 uF/ 16 V
  • C2 = 10 uF/ 16 V
  • C3 = 100 uF/ 16 V
  • Q1 = Transistor NPN BC548
  • Q2 = Transistor NPN BD139
  • D1, D2 = IN4002
  • D3 = Zener 12 V (BZX79-C12)
  • T1 = Trafo step-down 220/12 V 500mA CT
  • F1 = Fuse 0,5 A
  • VM = Volt meter 20 VDC

Volt Meter DC

Karena rangkaian ini memiliki output yang bervariasi, maka kita perlu menambahkan sebuah alat untuk mengukur dan menampilkan output tegangan yang dihasilkan, dan alat itu adalah volt meter DC seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Lanjut membaca »»

Tulisan ini akan memberikan penjelaskan dan perhitungan praktis dari Rangkaian Penurun Tegangan DC Variable, yaitu rangkaian yang bisa menurunkan tegangan 18 hingga 30 VDC menjadi tegangan yang bervariasi antara 0 hingga 12 VDC, arus yang mengalir maximal 500 mA.

1. Input Rangkaian 18 VDC
Input 18 VDC ialah input minimal yang disarankan untuk rangkaian ini. Jika diberikan input di bawah nilai yang disarankan, besar kemungkinan rangkaian kurang maksimal. Berikut perhitungannya


Arus yang mengalir melalui R1:
I = (Vin - Vz) / R1
I = (18 - 12) / 1000
I = 0,006 A
I = 6 mA.

Daya pada resistor R1:
P = (Vin - Vz) x IR1
P = (18 - 12) x 6 mA
P = 36 mW. :oke:

Arus minimal yang mengalir melalui zener D1:
I = 1 mA.

Arus yang mengalir melalui R2:
I = IR1 - IZ
I = 6 - 1 = 5 mA.

Daya maksimal pada potensiometer R2:
P = IR1 x Vz
P = 6 mA x 12 V
P = 72 mW. :oke:

Arus yang dihasilkan oleh Q1:
I = 5 mA x 6 = 30 mA.

Daya maksimal pada Q1:
P = IQ1 x V
P = 30 mA x 12 V
P = 360 mW. :oke:

Arus yang dihasilkan oleh Q2:
I = 30 mA x 17 = 500 mA.

Daya maksimal pada Q2:
P = IQ2 x V
P = 500 mA x 12 V
P = 6000 mW
P = 6 W. :oke:

2. Input Rangkaian 30 VDC
Input 30 VDC ialah input maksimal yang disarankan untuk rangkaian ini. Berikut perhitungannya


Arus yang mengalir melalui R1:
I = (Vin - Vz) / R1
I = (30 - 12) / 1000
I = 0,018 A
I = 18 mA.

Daya pada resistor R1:
P = (Vin - Vz) x IR1
P = (30 - 12) x 18 mA
P = 324 mW. :oke:

Arus maksimal yang mengalir melalui zener D1:
I = 13 mA.

Arus yang mengalir melalui R2:
I = IR1 - IZ
I = 18 - 13 = 5 mA.

Daya maksimal pada resistor atau potensiometer R2:
P = IR1 x Vz
P = 18 mA x 12 V
P = 216 mW. :oke:

Arus yang dihasilkan oleh Q1:
I = 5 mA x 6 = 30 mA.

Daya maksimal pada Q1:
P = IQ1 x V
P = 30 mA x 12 V
P = 360 mW. :oke:

Arus yang dihasilkan oleh Q2:
I = 30 mA x 17 = 500 mA.

Daya maksimal pada Q2:
P = IQ2 x V
P = 500 mA x 12 V
P = 6000 mW
P = 6 W. :oke:

3. Input Rangkaian >30 VDC
Jika diberikan input di atas nilai yang disarankan, misal 35 VDC dari nilai maksimalnya 30 VDC, besar kemungkinan rangkaian akan mengalami kegagalan atau kerusakan. Berikut penjelasannya


Arus yang mengalir melalui R1:
I = (Vin - Vz) / R1
I = (35 - 12) / 1000
I = 0,023 A
I = 23 mA.

Daya pada resistor R1:
P = (Vin - Vz) x IR1
P = (35 - 12) x 23 mA
P = 529 mW. :awas:

:awas: Artinya resistor pada R1 haruslah menggunakan jenis resistor berdaya 1 Watt, bila digunakan resistor yang biasa atau yang umum digunakan, 1/2 Watt, maka ia akan terbakar.
Semoga bermanfaat dan bisa dipahami.

Lanjut membaca »»

Rangkaian berikut ini adalah rangkaian penurun tegangan DC variable, yaitu rangkaian yang berinput tegangan 18 - 30 VDC dan akan menghasilkan output tegangan 0 - 12 VDC. Rangkaian ini mirip dengan Rangkaian Variable DC to DC Converter, yang di dalamnya terdapat dioda zener dan dua buah transistor.

Ditel output dari rangkaian penurun tegangan DC variable ini yakni maximal 12VDC 500mA 6W atau 75% dari kapasitas daya maksimal yang mampu dihasilkan oleh transistor BD139 sebagai transistor utama dalam rangkaian (P maks BD 139 = 8 Watt).

Gambar rangkaiannya terlihat seperti di bawah ini.

Rangkaian Penurun Tegangan DC Variable

:catat: Daftar rangkaian:

  • R1 = 1 kΩ
  • R2 = 2 kΩ (potensiometer)
  • R3 = 10 kΩ
  • C1 = 10 uF/ 25 V
  • C2 = 100 uF/ 25 V
  • Q1 = BC548
  • Q2 = BD139
  • D1 = Zener 12 V (BZX79-C12)
  • VM = Volt meter 20 VDC

Volt Meter DC

Karena rangkaian ini memiliki output yang bervariasi, maka kita perlu menambahkan sebuah alat untuk mengukur dan menampilkan output tegangan yang dihasilkan, dan alat itu adalah volt meter DC seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Lanjut membaca »»

Seiring berjalannya waktu, peserta grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar bertambah banyak dan memenuhi kapasitas peserta yang disediakan oleh WhatsApp, yakni 256 peserta. Sehingga banyak peserta yang mau gabung ke dalam grup, menjadi tertunda, tidak bisa masuk ke dalam grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar.

Setelah berdiskusi dengan para peserta grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar untuk masalah tersebut di atas, maka kita ambil kesimpulan untuk membuat grup melalui aplikasi chat yang lain, yang menyediakan kapasitas peserta lebih banyak, namun masih serupa dengan aplikasi WhatsApp.

Dibuatlah grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar, yang berkapasitas 5000 peserta.

Grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar

Adapun Ketentuan dan Tata Tertib grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar samadengan grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar, yaitu:
:1: Nama grup adalah Diskusi Elektronika Dasar, dengan ikon grup berupa dua buah Dioda.
:2: Peserta dilarang merubah nama atau ikon grup.
:3: Diskusi bisa dilakukan setiap hari, mulai pukul 06:00 WIB - 22:00 WIB.
:4: Tidak diperkenankan membahas topik diluar bidang Elektronika atau listrik.
:5: Admin grup ini adalah Zaldi Hardiyanto, bisa dipanggil Kang Caang (pengelola blog Elektronika Bersama) dan Kang Anto.
:6: Semua peserta berhak menjawab atau menanggapi setiap pertanyaan yg diajukan oleh peserta yg lain.
:7: Menjaga adab kesopanan, izin saat masuk dan izin saat keluar, saling menghargai dan menghormati sesama peserta.
:8: Hasil diskusi suatu waktu akan diposting di blog Elektronika Bersama
:9: Bagi peserta yang ingin memposting ulang/ men-share ke media yang lain, silahkan, namun diharapkan untuk mencantumkan sumber grup atau dengan sumber link http://www.elektronikabersama.web.id

Bagi kawan yang berminat gabung ke dalam grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar, silahkan ikuti tautan Telegram berikut ini:
Diskusi Elektronika Dasar

:s185: Setelah masuk jangan lupa memperkenalkan diri:
Nama - Usia - Pekerjaan - Domisili

Contoh:
Zaldi - 36 - Karyawan - Bogor

Kami tunggu, SEMANGAT :semangat:

Lanjut membaca »»

Posting ini akan menjelaskan Rangkaian Variable DC to DC Converter atau rangkaian yang merubah tegangan 12 hingga 24 VDC menjadi tegangan yang bervariasi antara 0 hingga 5 VDC, arus yang mengalir maximal 500 mA.

1. Input Rangkaian 12 VDC

Input 12 VDC ialah input minimal yang disarankan untuk rangkaian ini. Jika diberikan input di bawah nilai yang disarankan, besar kemungkinan rangkaian kurang maksimal.


Arus yang mengalir melalui R1:
I = (Vin - Vz) / R1
I = (12 - 5) / 720
I = 0,01 A
I = 10 mA.

Arus yang mengalir melalui R2:
I = Vz / R2
I = 5 / 1k
I = 5 mA.

Arus yang mengalir melalui zener D1:
I = IR1 - IR2
I = 10 - 5 = 5 mA.

Daya maksimal pada resistor atau potensiometer R2:
P = IR1 x Vz
P = 10 mA x 5 V
P = 50 mW.

Arus yang dihasilkan oleh Q1:
I = 5 mA x 10 = 50 mA.

Daya maksimal pada Q1:
P = IQ1 x V
P = 50 mA x 5 V
P = 250 mW.

Arus yang dihasilkan oleh Q2:
I = 50 mA x 10 = 500 mA.

Daya maksimal pada Q2:
P = IQ2 x V
P = 500 mA x 5 V
P = 2500 mW
P = 2,5 W.

2. Input Rangkaian 24 VDC
Input 24 VDC ialah input maksimal yang disarankan untuk rangkaian ini. Jika diberikan input di atas nilai yang disarankan, besar kemungkinan rangkaian akan mengalami kegagalan atau kerusakan.


Arus yang mengalir melalui R1:
I = (Vin - Vz) / R1
I = (24 - 5) / 720
I = 0,026 A
I = 26 mA.

Arus yang mengalir melalui R2:
I = Vz / R2
I = 5 / 1k
I = 5 mA.

Arus yang mengalir melalui zener D1:
I = IR1 - IR2
I = 26 - 5 = 21 mA.

Daya maksimal pada resistor atau potensiometer R2:
P = IR1 x Vz
P = 26 mA x 5 V
P = 130 mW.

Arus yang dihasilkan oleh Q1:
I = 5 mA x 10 = 50 mA.

Daya maksimal pada Q1:
P = IQ1 x V
P = 50 mA x 5 V
P = 250 mW.

Arus yang dihasilkan oleh Q2:
I = 50 mA x 10 = 500 mA.

Daya maksimal pada Q2:
P = IQ2 x V
P = 500 mA x 5 V
P = 2500 mW
P = 2,5 W.

Silahkan lihat cara perhitungan zioda zener di Contoh Soal Menghitung Dioda Zener. Semoga bermanfaat.

Lanjut membaca »»

Rangkaian yang diposting kali ini adalah rangkaian variable DC to DC konverter, yaitu rangkaian yang merubah tegangan 12 hingga 24 VDC menjadi tegangan yang bervariasi antara 0 hingga 5 VDC, yang di dalamnya terdapat dioda zener. Output DC maximal 5V 500 mA. Gambar rangkaiannya terlihat seperti di :bawah: (klik untuk memperbesar).

Rangkaian Variable DC to DC Converter

:catat: Daftar rangkaian:

  • R1 = 720 Ω
  • R2 = 1 kΩ (Variable resistor/ potensiometer)
  • R3 = 10 kΩ
  • C1 = 10 uF/ 16 V
  • C2 = 100 uF/ 16 V
  • Q1 = BC548
  • Q2 = BC141
  • D1 = Zener 5,6 V (BZX79-C5V6)
  • VM = Volt meter 12-20 VDC

Volt Meter DC

Karena rangkaian ini memiliki output yang bervariasi, maka kita perlu menambahkan sebuah alat untuk mengukur dan menampilkan output tegangan yang dihasilkan, dan alat itu adalah volt meter DC seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Lanjut membaca »»

Salah satu tipe dioda zener yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronika adalah BZX79. Dioda zener BZX79 dan seri-serinya termasuk kelas dioda regulator tegangan rendah. Berikut ini karakter-karakter atau data-data umum dari dioda zener BZX79 dan seri-serinya yang saya kumpulkan dari beberapa situs luar.

:catat: Tegangan Kerja
Tegangan kerja dioda zener BZX79 sangat bervariasi, mulai dari 2,4 V hingga 75 Volt, sesuai dengan serinya. Berikut tegangan kerja dioda zener BZX79 dan seri-serinya selengkapnya
2,4V; 2,7V; 3V; 3,3V; 3,6V; 3,9V; 4,3V; 4,7V; 5,1V; 5,6V; 6,2V; 6,8V; 7,5V; 8,2V; 9,1V; 10V;
11V; 12V; 13V; 15V; 16V; 18V; 20V;
22V; 24V; 27V; 30V;
33V; 36V; 39V;
43V; 47V;
51V; 56V;
62V; 68V;
75V.

Dioda Zener Tipe BZX79-C12

Dioda zener seperti gambar di atas, tipe BZX79-C12, memiliki tegangan kerja atau Vz sebesar 12 Volt, dengan nilai toleransi ±5%, sehingga Vz min = 11,4 V dan Vz max = 12,7 V pada saat mengalir arus zener atau Iz sebesar 5 mA.

:catat: Arus Maksimal
Arus maksimal yang diperbolehkan mengalir melewati dioda zener BZX79 dan seri-serinya, Iz max = 250 mA.

:catat: Daya Maksimal
Daya maksimal yang dibebankan pada dioda zener BZX79 dan seri-serinya, Pz max = 500 mW.

Demikian data-data umum dioda zener BZX79 dan seri-serinya yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan ini bisa memberikan pemahaman bagi kita dalam hal elektronika, terutama dalam membuat, menghitung atau merancang rangkaian elektronika yang didalamnya terdapat komponen berupa dioda zener.

Lanjut membaca »»

Previous