headerphoto

Kolom Pencarian

Memuat...

Dari rangkaian pemasangan lampu TL yang diperlihatkan pada artikel sebelumnya: Lampu Tabung Fluorescent, dapat kita lihat bahwa sebagian kaki lampu TL dipasang secara seri dengan ballast dan sebagiannya lagi dipasang secara pareral dengan starter.

Ballast
ballast
Ballast pada dasarnya merupakan kumparan hambat (choke coil) yang berinti besi. Ballast pada lampu TL berfungsi:
  • Memberikan pemasangan awal pada elektroda guna menyediakan elektron bebas dalam jumlah yang banyak
  • Memberikan gelombang potensial yang cukup besar untuk mengadakan bunga api antara kedua elektrodanya
  • Mencagah terjadinya peningkatan arus bunga api yang melebihi batas tertentu bagi setiap ukuran lampu.
Disamping itu ballast berfungsi untuk mengurangi pengaruh perubahan gerakan sinar yang mengganggu (stroboscopic) dan mengurangi kerugian sampingan (auxiliary losses). Oleh karena itu setiap lampu TL selalu memiliki sebuah ballast yang direncanakan untuk daya, tegangan, dan frekuensi yang disesuaikan dengan lampu TLnya masing-masing.

Starter
starter
Starter pada lampu TL terdiri dari sebuah balon kaca kecil yang diisi dengan gas mulia. Di dalam balon terdapat dua elektroda dwi logam sebagai filamen. Jarak antara kedua elektroda tersebut diatur dengan jarak tertentu sehingga starternya akan menyala pada tegangan 100-200 V. Starter berfungsi sebagai saklar penunda waktu (time delay switch) yang dihubungkan pararel dengan dua kaki lampu TL.

Bila lampu TL dihubungkan pada jaringan tegangan PLN, maka dalam waktu singkat filamen starter terhubung (menyala) dan kemudian memutuskannya lagi kalau lampu TL telah menyala dengan stabil. Pada saat filamen terhubung, suatu arus besar akan mengalir dari jaringan listrik lewat ballast, kemudian ke elektroda lampu, starter dan kawat elektroda lainnya, untuk selanjutnya kembali menuju ke jaringan. Adanya arus ini akan membuat elektroda-elektroda lampu berpijar dan mengeluarkan elektron-elektron.

Sementara itu tegangan pada starter telah hilang, sehingga starternya padam dan menjadi dingin. Kedua elektroda dwi logam dalam starter akan lurus kembali dan memutuskan arus yang sedang mengalir. Karena adanya pemutusan tiba-tiba ini, dalam ballast akan dibangkitkan suatu gaya gerak listrik yang cukup tinggi. Tegangan kejut ini seri dengan tegangan jaringan. Bila dibangkitkan pada saat yang tepat, tegangan pada kedua filamen lampu TL akan cukup tinggi untuk menyalakan tabung dengan syarat filamen-filamennya sudah cukup panas.

Pada siklus pertama tabung belum menyala maka peristiwa seperti yang diuraikan diatas akan terulang, sampai tabung menyala. Setelah lampu TL menyala, starternya akan pararel dengan lampu. Oleh karena tegangan menyala lampu lebih rendah dari pada tegangan starter, maka starternya akan tetap padam.

Untuk mengurangi cetusan-cetusan pada elektroda dwi logam dapat dipasang sebuah kondensator kecil pararel dengan starter. Pemasangan kondensator tersebut juga dapat memperbaiki pemutusan arus dalam starter dan mengurangi timbulnya gangguan radio.

Next→
←Prev

Baca Lagi...

Share

FB-share Facebook - Twitter-share Twitter -

Gabung Grup Diskusi Elektronika Dasar

Caranya ketik:
Daftar Diskusi Elektronika - Nama - Usia - Pekerjaan - Domisili

contoh:
Daftar Diskusi Elektronika - Zaldi Hardiyanto - 35 - Karyawan - Bogor

Kirim ke no WhatsApp WA 0812-1070-518

Dapatkan Update Artikel via Email

Cek di inbox, lalu klik link konfirmasi

21 komentar

  1. saya ada ballast 36 watt. dengan 2 lampu tabung 18 watt, bagaimana skemanya?

    BalasHapus
  2. Silahkan lihat dilink artikel berikut ini

    http://www.elektronikabersama.web.id/2012/05/rangkaian-lampu-tl-dengan-dua-lampu-dan.html

    Terima kasih atas pertanyaannya :h:

    BalasHapus
  3. apakan ada starter yang diatas 40w
    misalnya untuk 100w

    BalasHapus
  4. Saya belum menemukan starter lampu TL diatas 40 W, kalo ballast ada yang diatas 40 W dan itu tidak pake starter

    BalasHapus
  5. kang ktmu lg nih m sya ehhehh mw nanya nih tentang lmpu neon kang,sya lg bkin lmpu emergency dr aki mengunkan aki,tp sya msih bingung ko d skema2 yg sya ambil tu kaki neon tu cuma d psangnya 2?lah yg 2 lg d biarkan punten pang jlaskeun kang.

    BalasHapus
  6. Saya belum pernah memiliki skema lampu emergency yang menggunakan aki, saya juga belum berpengalaman mengenai hal tersebut. Jadi mohon maaf saya tidak bisa menjelaskannya, hapunten pisan :e:

    BalasHapus
  7. Starter ada 2 macam. S-2 umtuk 4 - 22 W dan S-10P untuk 4 - 65 W. Saya biasa pakai tipe S-10 untuk lampu TL 58 watt.

    Prinsip kerja lampu TL adalah dengan memicu electron gas neon (inilah kenapa disebut lampu neon)sehingga menabrak lapisan fosfor yang ada di sekeliling dalam kaca (warna putih). Untuk menggerakkan gas neon ini dengan memberi sumber panas melalui tahanan yang diletakkan di masing - masing ujung lampu.
    Pada lampu emergency biasanya hanya satu tahanan (dua kaki) yang diberi tegangan untuk menghemat daya listrik. Itulah mengapa lampu emergency menyala redup.

    Semoga berkenan dan silahkan dikoreksi jika salah.

    BalasHapus
  8. Wah senang sekali :d: ada pengunjung yang membantu menjelaskan materi starter, lampu tl dan lampu emergency. Saya ucapkan terima kasih untuk kang Ali Wardana, atas bantuannya. Apa kawan punya blog? untuk saling mengunjungi atau tukar link.

    BalasHapus
  9. Bagaimana mengecek balast yang rusak pada rangkaian 2 lampu TL dengan 2 balast dalam satu rangkaian..?

    BalasHapus
  10. Gunakan alat ukur seperti multitester, ukur ballast yang diduga rusak

    BalasHapus
  11. mau tanya gan,,kenapa lampu tabung saya starternya nyala terus sedangkan lampunya gk mau nyala,,apakah karena tegangan listriknya kurang,disore hari tegangan listrik dirumah saya cuma 180 volt,klw siang pol 200 volt.mohon solusinya gan..

    BalasHapus
  12. Lampu TL tidak menyala, hanya starternya nyala-mati-nyala, bisa karena tegangan supply kurang atau ballastnya dah usang, silahkan dicek satu persatu.

    BalasHapus
  13. knp ballast 18 watt ketika saya ukur dgn wattmeter hasillnya tdk 18 wat melainkan bs 14 watt??

    BalasHapus
  14. Alternatif hack lampu neon hemat energi di :

    http://andre-elektrik.blogspot.co.id/2015/10/memanfaatkan-tabung-neon-mati-reuse.html

    BalasHapus
  15. Nagaimana cara menggabungkan komponen lampu sorot civilit ip65

    BalasHapus
  16. komponen lampu sorot civilit ip65, maaf seperti apa ya? belum familiar soalnya :malu:

    BalasHapus
  17. Sulit sekali nemukan lampu TL bunder 40w sekarang, yg banyak di pasaran 32w.
    Apa efek samping jika saya menggunakan lampu 32w dengan ballast 40w?
    Jika beresiko tinggi, apakah ada solusi lain, agar saya tetap dapat menggunakan lampu TL bunder?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh, lampu akan tetap menyala.
      Hanya akan boros listrik saja

      Hapus
  18. Kalau untuk lampu TL T5 4watt apa juga perlu ballast sama starter juga?, karna kebetulan ini saya punya lampunya saja, kalau misalnya langsung saya sambungkan ke sumber listrik tanpa ballast maupun starter apakah bisa?? Mohon pencerahannya, terima kasih

    BalasHapus
  19. saya pasang 3 lampu TL rangakai pararel tapi kenapa ga mau nyalah cuma kedip2 saja

    BalasHapus

:tanbih: Lihat komentar terakhir dan cara menampilkan emoticon WhatsApp dalam komentar di :kanan: 20 Komentar Terakhir