headerphoto

Digital Player Amplifier Hanaya MA-600
USB / SD / DVD / CD / FM / MP3 Digital Player
2 Channel output power amplifier
  • Speaker impedance (optional) : 4 - 8 Ohm
  • Input Power : 12 VDC 5 A
  • Output power : RMS 20 W + 20 W 1 kHz
  • Frequency Response : 20 Hz - 20 kHz
  • Signal / Noise Ratio : 85 dB
  • Harmonic Distortion : ≤ 0.05% 4 W 1kHz
  • High Control : 12 dB ± 10 kHz
  • Bass Control: 12 dB ± 100 Hz
  • Input Sensitivity : 0.25 mV - 10 mV
  • FM Rrequency Range : 87.5 MHz - 108 MHz
  • FM Saving Channel : 50 Radio Stations
  • Dimension : 170 mm x 120 mm x 50 mm
Hanaya MA-600

Tampak Depan

Tampak Belakang

Digital Player Amplifier Hanaya MA-600 hadir sebagai pengganti RAYDEN RD-400 dan RAYDEN RD-800. Harga Rp 280.000 per unit, belum termasuk ongkos kirim.

Digital Player Amplifier Hanaya MA-600 juga hadir sebagai pelengkap RAYDEN RD-400 dan RAYDEN RD-800, karena di unit ini terdapat input mic, yang tidak terdapat di unit-unit sebelumnya, sehingga Hanaya MA-600 bisa untuk karaoke ria.

Bila berminat silahkan SMS atau WhatsApp ke no 08121070518, pembayaran dilakukan melalui transfer antar rekening. Barang akan dikirimkan via JNE atau titipan kilat.
Lanjut membaca »»

Timer untuk menyiram tanaman kali ini, kasusnya sama dengan posting artikel Aplikasi Timer H3CR-A8 OMRON untuk Penyiraman Tanaman, hanya saja ada koreksi pada penggunaan jenis timer yang akan memakai power on delay semua.

Kasus: penyiraman tanaman dilakukan 3 kali sehari yaitu pukul 09:00, 13:00 dan 17:00, durasi penyiraman 10 menit dan diaplikasikan dengan solenoid valve.

Perhatikan wiring timer omron untuk menyiram tanaman, di bawah ini

Click to enlarge

Alat yang diperlukan:
  1. T1 s/d T4 = Timer power on delay coil 220V, misal: tipe H3CR-A8 OMRON
  2. #2 = Relay 4 kutub coil 220V, misal: tipe MY4N 220 VAC OMRON
  3. S1 = Push button switch (tombol reset)
  4. X1 = Solenoid valve coil 220 VAC.
Catatan:
  • T4 set 10 menit, T3 set 4 jam, T2 set 8 jam + 15 menit, T1 set 16 jam - 15 menit (15jam + 45menit)
  • ± 15 menit pada set T2 dan T1 sebagai overlap dan keseimbangan
  • S1 ditekan pada pukul 09:00 sebagai awal kerja rangkaian.
Cara kerja:
  1. Pukul 09:00 S1 (reset) ditekan, mengalirkan arus listrik ke T2 dan #2, karena proses latching #2b, keadaan ini bertahan sampai 8jam 15menit (waktu tunggu T2 berakhir)
  2. Saat yang bersamaan, kontak NC #2a berubah jadi terbuka, memutus arus ke T1
  3. Saat yang bersamaan, kontak NO #2c berubah jadi tertutup, mengalirkan arus listrik ke T3 dan T4
  4. Saat yang bersamaan pula, kontak NO #2d berubah jadi tertutup, mengalirkan arus listrik ke X1, sehingga solenoid bekerja menyiram tanaman
  5. Setelah 10 menit (waktu tunggu T4 berakhir), kontak NC T4 berubah jadi terbuka dan arus ke X1 terputus, akibatnya solenoid berhenti menyiram tanaman
  6. Setelah 4 jam (waktu tunggu T3 berakhir), kontak NC T3 berubah jadi terbuka dan arus ke T3 serta T4 terputus. Namun, seketika akan kembali ke keadaan normalnya, kontak NC T3 yang barusan berubah jadi terbuka menjadi NC kembali, seperti auto reset
  7. Auto reset poin 6, mengalirkan arus listrik ke T3 dan T4, juga mengalirkan arus listrik ke X1, sehingga solenoid bekerja kembali menyiram tanaman (pukul 09:00 + 4 = 13:00)
  8. Setelah 10 menit (waktu tunggu T4 berakhir), kontak NC T4 berubah jadi terbuka dan arus ke X1 terputus, akibatnya solenoid berhenti menyiram tanaman
  9. Setelah 4 jam (waktu tunggu T3 berakhir), kontak NC T3 berubah jadi terbuka dan arus ke T3 serta T4 terputus. Namun, seketika akan kembali ke keadaan normalnya, kontak NC T3 yang barusan berubah jadi terbuka menjadi NC kembali, seperti auto reset poin 6 di atas
  10. Auto reset poin 6, mengalirkan arus listrik ke T3 dan T4, juga mengalirkan arus listrik ke X1, sehingga solenoid bekerja kembali menyiram tanaman (pukul 13:00 + 4 = 17:00)
  11. Setelah 10 menit (waktu tunggu T4 berakhir), kontak NC T4 berubah terbuka dan arus ke X1 terputus, akibatnya solenoid berhenti menyiram tanaman
  12. Sampai poin ini, kita mendapati pukul 17:10 dan total waktu yang diperlukan dari poin 1 s/d 11 adalah 17:10 - 09:00 = 8jam 10menit
  13. 5menit kemudian (total waktu 8jam 15menit = waktu tunggu T2 berakhir) atau pukul 17:15, keadaan dari poin 1 s/d 11 menjadi tidak berlaku, karena kontak NC T2 berubah jadi terbuka dan proses latching #2b berakhir
  14. Keadaan semua kembali normal, tidak ada arus yang mengalir dalam rangkaian kecuali ke T1
  15. Lalu 15jam 45menit kemudian (waktu tunggu T1 berakhir) atau pukul 09:00, keadaan kembali ke poin 1 di atas, direset/auto reset oleh kontak T1.
Lanjut membaca »»

Masih ingat dengan tayangan lomba Cerdas Cermat yang pernah disiarkan di TVRI? 'masih' berarti kita satu angkatan, hehe. Ada tiga regu peserta lomba, regu A, regu B dan regu C. Pada sesi cepat tepat, tiap regu diharuskan berlomba menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri, dengan cara menekan tombol. Bila regu A yang pertama menekan tombol, maka tombol-tombol di meja regu B dan regu C menjadi tidak berfungsi, sehingga regu A lah yang berhak menjawab pertanyaan.

Kasus seperti di atas, saya terapkan dengan dengan ilmu yang saya miliki, menghasilkan sebuah rangkaian atau wiring lomba cerdas cermat seperti gambar di bawah ini

Click to enlarge

Bahan yang diperlukan
  1. #1, #2, #3, #5 = Relay 4 kutub coil 220V, misal: tipe MY4N 220 VAC OMRON
  2. #6 = Timer on delay coil 220V, misal: tipe H3CR-A8 OMRON
  3. S1, S2, S3 = Saklar PTM non latching atau push button switch
  4. L1, L2, L3 = Lampu indikator 220V, warna merah, kuning, hijau
  5. Bz = Buzzer atau bell listrik 220V

Cara kerja
  1. Dalam kondisi normal, tidak ada arus yang mengalir ke dalam rangkaian
  2. Pada saat saklar S1 ditekan, maka arus akan mengalir ke relay #1 dan lampu L1. Arus tersebut akan tetap mengalir karena proses latching kontak NO (Normally Open) #1 yang berubah menutup
  3. Keadaan di atas mengakibatkan lampu L1 menyala, buzzer Bz berbunyi, timer #6 bekerja, saklar S2 dan S3 menjadi tidak berfungsi, karena kontak NC (Normally Close) #1 pada jalur S2 dan S2 berubah membuka
  4. Setelah waktu tunda timer #6 tercapai (misalkan diset 3 detik), maka kontak NO #6 berubah menutup dan mengaktifkan relay #5
  5. Relay #5 aktif samadengan mereset rangkaian, atau kembali ke cara kerja no 1.
Lanjut membaca »»

Masih ingat dengan tabel kode warna resistor? Numerik atau angka mulai dari 0 sampai 9, dikodekan dengan warna Hitam, Coklat, Merah, Oranye, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu dan Putih. Hal ini berlaku untuk cincin pertama dan kedua, untuk cincin ketiga atau faktor pengali, menjadi seperti ini
  • Hitam = 10 0
  • Coklat = 10 1
  • Merah = 10 2
  • Oranye = 10 3
  • Kuning = 10 4
  • Hijau = 10 5
  • Biru = 10 6
  • Ungu = 10 7
  • Abu-abu = 10 8
  • Putih = 10 9
  • Emas = 10 -1
  • Perak = 10 -2

Jadi, kode warna resistor nilai 0,5 Ohm dan 1 Ohm, kita peroleh sebagai berikut

Resistor nilai 0,5 Ohm
cincin pertama berwarna hijau, 5
cincin kedua berwarna hitam, 0
cincin ketiga berwarna perak, 10 -2
perhatikan: 50 x 10 -2 = 0,5

Resistor nilai 1 Ohm
cincin pertama berwarna coklat, 1
cincin kedua berwarna hitam, 0
cincin ketiga berwarna perak, 10 -1
perhatikan: 10 x 10 -1 = 1

Lanjut membaca »»

Contoh lain aplikasi timer yaitu digunakan untuk menghidupkan dan mematikan lampu secara otomatis. Seperti ini, lampu nyala jam 18.00 dan akan padam jam 05.00 esok hari, begitu seterusnya setiap hari. Hal ini berguna bila rumah atau pabrik, memiliki struktur bangunan bertingkat, dihadapkan dengan rempongnya saat akan menghidupkan dan mematikan lampu. Atau bisa juga berguna sebagai otomatis lampu jalan.

Berikut gambar skema rangkaian atau wiring diagram otomatis lampu menggunakan timer untuk contoh aplikasi kasus di atas

Click to enlarge

Alat yang diperlukan:
  • T1: Timer ON delay OMRON H3CR-A8 100 – 240 VAC, set 11 jam
  • T2: Timer ON delay OMRON H3CR-A8 100 – 240 VAC, set 13 jam
  • B1: MCB 1P 6A, di ON kan pada jam 18.00 sebagai awal kerja rangkaian
  • #1: Magnetic relay OMRON MY3N 200 – 240 VAC
  • L1, L2: Lampu TL, pijar, hemat energi atau mercury 220 VAC. L1 dan L2 dipasang pararel, bisa juga menambahkan L3, L4, L5, dst, total max 5 A.

Cara kerja:
  1. Rangkaian bekerja diawali dengan menekan MCB B1, yaitu pada jam 18.00
  2. Timer T1 teraliri arus listrik, namun kontak-kontaknya tidak akan berubah sampai waktu tunggu timer tercapai
  3. Relay #1 teraliri arus listrik, seketika kontak NO (normally open) #1 akan berubah menjadi close, akibatnya lampu akan menyala
  4. Ketika waktu tunggu timer T1 tercapai (11 jam atau sekitar jam 05.00 esok hari), kontak NO T1 akan berubah menjadi close, mengalirkan arus listrik ke timer T2. Kontak NC (normally close) T1 akan berubah menjadi open, memutus arus listrik ke #1, akibatnya kontak #1 akan kembali NO dan lampu akan padam
  5. Waktu tunggu timer T2 tercapai (13 jam atau sekitar jam 18.00), kontak NC T2 akan berubah menjadi open, memutus arus listrik ke T1, akibatnya rangkaian seolah-olah direset atau kembali pada poin 2 di atas.

Aplikasi otomatis lampu ini berbeda dengan otomatis pompa air, walaupun sama-sama menggunakan timer. Perbedaanya terjadi jika ada gangguan pasokan listrik (mati-hidup) dari sumber (PLN) saat beban rangkaian hidup. Kalo ada mati lalu hidup lampu dari PLN, pada aplikasi otomatis pompa air, motor pompa tidak akan langsung hidup, sedangkan pada aplikasi otomatis lampu, lampu akan langsung menyala. Kenapa demikian? Yaaa masa kita akan terus gelap-gelapan, dan ingat!! inrush current atau lonjakan start awal arus listrik pada motor lebih besar daripada lampu.

Lanjut membaca »»

Blogger with LinuxMungkin kawan-kawan ada yang bertanya, apa sih maksud gambar pinguin bertuliskan Linux Inside Blogger yang selalu mojok di tiap halaman blog Elektronika Bersama ini?

Gambar tersebut merupakan sebuah link atau tautan yang mengarah ke Blogger.com, bila kawan klik gambarnya, maka akan terbuka situs Blogger. Apa itu situs Blogger? Blogger.com adalah situs yang menyediakan pembuatan dan penyimpanan blog secara gratis yang dimiliki Google.

Blog Elektronika Bersama dibuat melalui situs Blogger. Awalnya alamat situs atau blog ini adalah http://elektronikabersama.blogspot.com, kemudian diubah menjadi http://www.elektronikabersama.co.cc dan terakhir (sekarang) menjadi http://www.elektronikabersama.web.id. Untuk penggantian menjadi co.cc waktu itu gratis, namun bermasalah. Penggantian menjadi we.id berbayar, namun lebih aman. Jadi, jika kawan-kawan ingin membuat blog seperti blog Elektronika Bersama ini, silahkan kunjungi situs Blogger.com.

Itu tentang Blogger, bagaimana dengan pinguin dan Linux Inside? Ini berkaitan dengan sistem operasi atau OS komputer yang saya gunakan. Semenjak membuat blog ini, Oktober 2010, saya menggunakan OS Linux, tepatnya Linux Mint. Kenapa harus menggunakan Linux, bukan Windows?

Linux open sourceBagi saya Linux lebih powerful dan lebih berkah. Proses instalasinya cepat, dapat menggunakan USB flash disk, beragam aplikasi telah tersedia, tampilannya nggak kalah elegan, tidak khawatir virus, male ware, dan program-program komputer jahat lainnya terutama saat menjelajah internet, dan yang paling penting bebas lisensi, karena sifatnya yang open source. Kawan-kawan yang ingin mendapatkan Linux Mint silahkan download langsung melalui situs resminya Linuxmint.com.

Terakhir saya berharap, mudah-mudahan tulisan saya melalui blog, Belajar Elektronika dan Listrik: dasar, teori dan perhitungan, bermanfaat dan mendapat keberkahan, amin.

Lanjut membaca »»

Wiring otomatis pompa air dengan timer H3CR-A8 OMRON. Pompa hidup jam 10.00 dan mati jam 13.00, begitu seterusnya setiap hari, atau bisa juga direset pada jam-jam tertentu.

Click to enlarge

Alat yang diperlukan
  • T1: Timer ON delay, OMRON H3CR-A8 100 – 240 VAC, set 3 jam (durasi pompa hidup)
  • T2: Timer ON delay, OMRON H3CR-A8 100 – 240 VAC, set 21 jam (1 hari dikurangi durasi pompa hidup)
  • S1: Reset button, ditekan pada jam 10.00 sebagai awal kerja rangkaian (atau bisa reset pada jam 11.00, 12.00, 12.30, dsb)
  • #1 dan #2: Magnetic relay, OMRON MY4N 200 – 240 VAC
  • M1: Motor pompa air 220 VAC max 5 A.

Wiring otomatis pompa air di atas merupakan modifikasi wiring diagram Aplikasi Timer untuk Menghidupkan dan Mematikan Motor Pompa Air, yaitu mengganti timer off delay H3CR-H8L menjadi timer on delay H3CR-A8 (timer OMRON yang umum di pasaran), dan cara tersebut bisa dilihat di pos 4 langkah Mengganti Timer Off Delay dengan Timer On Delay.

Lanjut membaca »»
back to top Previous