headerphoto

Satu lagi produk elektronik yang bisa kita gunakan untuk keperluan memutar audio file mp3 atau wma, yakni Digital Player Rayden RD005.


Untuk hasil yang optimal, kita persiapkan semua bahannya:
  1. Rayden RD005, kit untuk memutar file-file audio mp3 atau wma
  2. Adaptor 220VAC / 12VDC, untuk catudaya kit Rayden RD005
  3. Konverter, untuk mengubah soket kabel RCA (kabel yang biasa dipake untuk VDC player) menjadi soket headphone, sesuai kebutuhan kit Rayden RD005
  4. Tape compo, untuk menguatkan suara Rayden RD005


Cara memasang digital player Rayden RD005
  • Hubungkan kabel RCA dengan konverter
  • Tancapkan konverter di bagian output kit Rayden RD005
  • Tancapkan soket output adaptor di bagian catu daya kit Rayden RD005


  • Tancapkan ujung kabel RCA di terminal Line In tape compo
  • Tancapkan setrum adaptor kit Rayden RD005 dan tekan tombol Power pada kit
  • Tancapkan USB Flash Disk berisi file-file lagu mp3
  • Tancapkan kabel setrum tape compo, hidupkan compo dan pilih fungsi Aux
  • Setel volume sesuai keinginan
  • Enjoy the music.


Video demo hasil pemasangannya bisa disaksikan di YouTube, berikut ini

Bagi yang memerlukan bahan mp3 player seperti di atas, silahkan lihat di Bumi Caang - Paket MP3 Player (plus Radio FM)
Lanjut membaca »»

Dalam menjamin keselamatan dan kesehatan kerja (k3) listrik di perusahaan tempat kita bekerja, maupun di tingkat rumah tangga, ada beberapa ketentuan yang harus dilaksanakan. Salah satu ketentuan listrik yang harus dilaksanakan adalah PUIL 2000. Berikut beberapa nomor PUIL 2000.

1.4.1 Penamaan
Persyaratan ini secara lengkap bernama Persyaratan Umum Instalasi Listrik Tahun 2000, disingkat PUIL 2000.

1.4.2 Penunjukan
Penunjukan dalam persyaratan dalam PUIL 2000 dilakukan dengan menyebut nomornya.

1.4.3 Pemberlakuan
PUIL 2000 ini diberlakukan untuk seluruh wilayah Republik Indonesia.

1.1 Maksud dan tujuan
Maksud dan tujuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini ialah agar pengusahaan instalasi listrik terselenggara dengan baik, untuk menjamin keselamatan manusia dari bahaya kejut listrik, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya, keamanan gedung serta isinya dari kebakaran akibat listrik, dan perlindungan lingkungan.

1.2.1 Ruang lingkup
1.2.1.1 Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini berlaku untuk semua pengusahaan instalasi listrik tegangan rendah arus bolak-balik sampai dengan 1000 V, arus searah 1500 V dan tegangan menengah sampai dengan 35 kV dalam bangunan dan sekitarnya baik perancangan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupun pengawasannya dengan memperhatikan ketentuan yang terkait.

1.2.1.2 Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini tidak berlaku untuk :
a) bagian instalasi listrik dengan tegangan rendah yang hanya digunakan untuk menyalurkan berita dan isyarat;
b) bagian instalasi listrik yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan pelayanan kereta rel listrik;
c) instalasi listrik dalam kapal laut, kapal terbang, kereta rel listrik, dan kendaraan lain yang digerakkan secara mekanis;
d) instalasi listrik di bawah tanah dalam tambang;
e) instalasi listrik dengan tegangan rendah yang tidak melebihi 25 V dan dayanya tidak melebihi 100 W.

Bila Anda memerlukan, silahkan download selengkapnya PUIL 2000.
Lanjut membaca »»

Perhatikan gambar di bawah ini.


Dari keempat model pemasangan sakelar listrik, kondisi manakah yang pemasangan sakelarnya dinilai paling aman?

Secara fungsi, keempat model pemasangan sakelar akan bekerja dengan baik, semuanya bisa menghidupkan lampu jika sakelar ditutup. Namun ada satu yang dinilai paling aman dan bisa mengurangi bahaya listrik.

Berdasarkan PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) 2000 nomor 7.10.24, yang menyatakan:
Pada penghantar netral atau penghantar nol tidak boleh dipasang sakelar

Maka (A) dan (B), merupakan model pemasangan yang tidak aman, karena penghantar netralnya -kawat N- terhubung ke sakelar.

Model (C) dan (D) kawat N nya tidak terhubung ke sakelar, jadi bisa dikatakan aman.

Berdasarkan PUIL 2000 nomor 2.5.2.3, menyatakan:
Sakelar harus dipasang sehingga :
a) bagian yang dapat bergerak, tidak bertegangan pada waktu sakelar dalam keadaan
terbuka atau tidak menghubung;

Maka (D) merupakan model pemasangan yang tidak aman, karena bagian sakelar yang bergerak terhubung ke penghantar bertegangan -kawat L-.

Model (C) menghubungkan bagian sakelar yang bergerak dengan penghantar tidak bertegangan.

Kesimpulannya, (C) merupakan model pemasangan sakelar listrik yang paling aman.
Lanjut membaca »»

Digital Karaoke Home Amplifier Astello AV-339D
Specifications:
  • Power: AC 220V ± 10% 50 Hz / DC 12V
  • Frequency Response: 20Hz - 20kHz
  • Input Sensitivity: 150mV
  • Tone Control: Treble 10dB at 10kHz, Bass 10dB at 100Hz
  • Surround Effect Control: 0 - 10dB
  • Signal to Noise Ratio: ≥ 80dB
  • Loudness: +6dB at 100Hz, +6dB at 10kHz
  • Load Impedance: 4 - 8 Ohm
  • Speaker Power (PMPO): 20W
  • Dimension: 270 x 265 x 95 mm3
Digital Karaoke Home Amplifier Astello AV-339
  • Memutar file-file mp3 dari USB flash disk
  • Memutar file-file mp3 dari kartu memori SD (SD Card), MMC atau card reader
  • Tersedia dua jalur input mic
  • Indikator VU meter
Tampak Depan

Tampak Belakang
Digital Karaoke Home Amplifier Astello AV-339D dijual dengan harga Rp 300.000 per unit, belum termasuk ongkos kirim. Bonus: Adaptor Micro SD Card - Vgen.

Bila berminat silahkan SMS atau WhatsApp ke no 08121070518, pembayaran dilakukan melalui transfer antar rekening. Barang akan dikirimkan via JNE atau titipan kilat.
Lanjut membaca »»

Video berikut ini merupakan contoh pengetesan inverter sebagai pengendali kecepatan motor. Kendali motor dilakukan melalui kontrol up dan down command, yang bertujuan untuk menaikkan dan menurunkan kecepatan motor (fast and slow).

Alat dan bahan yang digunakan:
  1. Inverter type SV015iG5A-4 400 Volt 3 phase 1,5 KW LS Industrial Systems
  2. Motor induksi 3 phase 1,5 KW 380 Volt
  3. Pilot lamp 220 Volt
  4. Kabel source dan kabel kontrol
Lanjut membaca »»

Digital Player Amplifier Hanaya MA-600
USB / SD / DVD / CD / FM / MP3 Digital Player
2 Channel output power amplifier
  • Speaker impedance (optional) : 4 - 8 Ohm
  • Input Power : 12 VDC 5 A
  • Output power : RMS 20 W + 20 W 1 kHz
  • Frequency Response : 20 Hz - 20 kHz
  • Signal / Noise Ratio : 85 dB
  • Harmonic Distortion : ≤ 0.05% 4 W 1kHz
  • High Control : 12 dB ± 10 kHz
  • Bass Control: 12 dB ± 100 Hz
  • Input Sensitivity : 0.25 mV - 10 mV
  • FM Rrequency Range : 87.5 MHz - 108 MHz
  • FM Saving Channel : 50 Radio Stations
  • Dimension : 170 mm x 120 mm x 50 mm
Hanaya MA-600

Tampak Depan

Tampak Belakang

Digital Player Amplifier Hanaya MA-600 hadir sebagai pengganti RAYDEN RD-400 dan RAYDEN RD-800. Harga Rp 280.000 per unit, belum termasuk ongkos kirim.

Digital Player Amplifier Hanaya MA-600 juga hadir sebagai pelengkap RAYDEN RD-400 dan RAYDEN RD-800, karena di unit ini terdapat input mic, yang tidak terdapat di unit-unit sebelumnya, sehingga Hanaya MA-600 bisa untuk karaoke ria.

Bila berminat silahkan SMS atau WhatsApp ke no 08121070518, pembayaran dilakukan melalui transfer antar rekening. Barang akan dikirimkan via JNE atau titipan kilat.
Lanjut membaca »»

Timer untuk menyiram tanaman kali ini, kasusnya sama dengan posting artikel Aplikasi Timer H3CR-A8 OMRON untuk Penyiraman Tanaman, hanya saja ada koreksi pada penggunaan jenis timer yang akan memakai power on delay semua.

Kasus: penyiraman tanaman dilakukan 3 kali sehari yaitu pukul 09:00, 13:00 dan 17:00, durasi penyiraman 10 menit dan diaplikasikan dengan solenoid valve.

Perhatikan wiring timer omron untuk menyiram tanaman, di bawah ini

Click to enlarge

Alat yang diperlukan:
  1. T1 s/d T4 = Timer power on delay coil 220V, misal: tipe H3CR-A8 OMRON
  2. #2 = Relay 4 kutub coil 220V, misal: tipe MY4N 220 VAC OMRON
  3. S1 = Push button switch (tombol reset)
  4. X1 = Solenoid valve coil 220 VAC.
Catatan:
  • T4 set 10 menit, T3 set 4 jam, T2 set 8 jam + 15 menit, T1 set 16 jam - 15 menit (15jam + 45menit)
  • ± 15 menit pada set T2 dan T1 sebagai overlap dan keseimbangan
  • S1 ditekan pada pukul 09:00 sebagai awal kerja rangkaian.
Cara kerja:
  1. Pukul 09:00 S1 (reset) ditekan, mengalirkan arus listrik ke T2 dan #2, karena proses latching #2b, keadaan ini bertahan sampai 8jam 15menit (waktu tunggu T2 berakhir)
  2. Saat yang bersamaan, kontak NC #2a berubah jadi terbuka, memutus arus ke T1
  3. Saat yang bersamaan, kontak NO #2c berubah jadi tertutup, mengalirkan arus listrik ke T3 dan T4
  4. Saat yang bersamaan pula, kontak NO #2d berubah jadi tertutup, mengalirkan arus listrik ke X1, sehingga solenoid bekerja menyiram tanaman
  5. Setelah 10 menit (waktu tunggu T4 berakhir), kontak NC T4 berubah jadi terbuka dan arus ke X1 terputus, akibatnya solenoid berhenti menyiram tanaman
  6. Setelah 4 jam (waktu tunggu T3 berakhir), kontak NC T3 berubah jadi terbuka dan arus ke T3 serta T4 terputus. Namun, seketika akan kembali ke keadaan normalnya, kontak NC T3 yang barusan berubah jadi terbuka menjadi NC kembali, seperti auto reset
  7. Auto reset poin 6, mengalirkan arus listrik ke T3 dan T4, juga mengalirkan arus listrik ke X1, sehingga solenoid bekerja kembali menyiram tanaman (pukul 09:00 + 4 = 13:00)
  8. Setelah 10 menit (waktu tunggu T4 berakhir), kontak NC T4 berubah jadi terbuka dan arus ke X1 terputus, akibatnya solenoid berhenti menyiram tanaman
  9. Setelah 4 jam (waktu tunggu T3 berakhir), kontak NC T3 berubah jadi terbuka dan arus ke T3 serta T4 terputus. Namun, seketika akan kembali ke keadaan normalnya, kontak NC T3 yang barusan berubah jadi terbuka menjadi NC kembali, seperti auto reset poin 6 di atas
  10. Auto reset poin 6, mengalirkan arus listrik ke T3 dan T4, juga mengalirkan arus listrik ke X1, sehingga solenoid bekerja kembali menyiram tanaman (pukul 13:00 + 4 = 17:00)
  11. Setelah 10 menit (waktu tunggu T4 berakhir), kontak NC T4 berubah terbuka dan arus ke X1 terputus, akibatnya solenoid berhenti menyiram tanaman
  12. Sampai poin ini, kita mendapati pukul 17:10 dan total waktu yang diperlukan dari poin 1 s/d 11 adalah 17:10 - 09:00 = 8jam 10menit
  13. 5menit kemudian (total waktu 8jam 15menit = waktu tunggu T2 berakhir) atau pukul 17:15, keadaan dari poin 1 s/d 11 menjadi tidak berlaku, karena kontak NC T2 berubah jadi terbuka dan proses latching #2b berakhir
  14. Keadaan semua kembali normal, tidak ada arus yang mengalir dalam rangkaian kecuali ke T1
  15. Lalu 15jam 45menit kemudian (waktu tunggu T1 berakhir) atau pukul 09:00, keadaan kembali ke poin 1 di atas, direset/auto reset oleh kontak T1.
Lanjut membaca »»
back to top Previous