headerphoto

Adaptor universal adalah adaptor dengan sistem switching yang dapat digunakan sebagai pencatu daya berbagai perangkat elektronik, seperti: netbook, laptop, mp3 player, microphone, lampu hias, amplifier dan sebagainya. Berikut ini contoh aplikasi adaptor universal, atau cara memasang adaptor universal pada netbook (laptop).
  1. Siapkan netbook dan adaptor universal
    (Adaptor Netbook Universal bisa diperoleh di Bumi Caang, silahkan klik link gambar di bawah ini)

    Adaptor Universal
  2. Periksa berapa tegangan yang dibutuhkan oleh netbook, disini tegangan 19VDC

    Periksa Kebutuhan Tegangan Netbook
  3. Setting tegangan adaptor, agar sesuai dengan tegangan yang dibutuhkan oleh netbook

    Setting Tegangan Adaptor
  4. Pilih soket atau konektor yang sesuai dengan kebutuhan netbook

    Tentukan Konektor
  5. Colokan konektor dan hidupkan adaptor

    Colok Konektor dan Hidupkan Adaptor
  6. Tes pemasangan dengan menghidupkan netbook

    Tes Pemasangan Adaptor Netbook
Lanjut membaca »»


Selain kriminalitas dan gejolak politik yang selalu menjadi tren, ada satu yang acap kali mewarnai pemberitaan. Diberitakan bahwa telah terjadi kebakaran di suatu tempat, baik di pemukiman warga ataupun di lingkungan industri, dan disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik. Harus kita sepakati, arus pendek listrik dan persoalan listrik lainnya, bukan persoalan sederhana. Listrik bisa menghanguskan harta benda, melukai panca indera dan bahkan bisa menghilangkan nyawa.

Berikut ini beberapa Tips Mencegah Bahaya Kebakaran Listrik, yang disampaikan oleh Bp Suparyanto, pembimbing pelatihan Ahli K3 Listrik
  1. Percayakan pemasangan instalasi rumah atau bangunan pada instalir yang terdaftar sebagai anggota AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) dan terdaftar di PLN
  2. Jangan menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu tempat, karena sambungan seperti itu akan terus menerus menumpuk panas yang akhirnya dapat mengakibatkan korsleting listrik


  3. Jangan menggunakan material listrik sembarangan yang tidak sesuai standar walaupun harganya murah
  4. Jika sekering putus, jangan menyambung dengan serabut kawat yang bukan fungsinya, karena sekering telah diukur kemampuan menerima beban tertentu
  5. Lakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi isolasi kabel, bila ada isolasi yang terkelupas atau telah menipis agar segera dilakukan penggantian
  6. Gunakan jenis dan ukuran kabel yang sesuai peruntukan dan kapasitas hantar arusnya


  7. Bila terjadi kebakaran akibat korsleting listrik akibat MCB tidak berfungsi dengan baik, matikan segera listrik dari KWH meter dan jangan menyiram sumber kebakaran dengan air, bila masih ada arus listrik
  8. Anda juga perlu mengetahui bahwa hubungan arus pendek atau korsleting adalah kontak langsung antara  kabel fase dengan netral, yang biasanya dibarengi dengan percikan bunga api, dan bunga api inilah yang memicu kebakaran.
Lanjut membaca »»


Misalkan di dalam suatu instalasi listrik, ada dua buah saklar yang akan dipasang. Bagaimanakah cara memasang saklar yang benar? Bagaimana dengan posisi kontak saklar saat menghidupkan lampu, apakah saklar yang ditekan ke bawah, lampu menyala? atau saklar ditekan ke atas lampu akan menyala? ke atas atau ke bawah?

Untuk pemasangan saklar yang benar, line diagram dan penjelasannya bisa dilihat di .

Untuk posisi kontak saklar, ke atas atau ke bawah, berdasarkan peraturan PUIL 2000 nomor 2.5.2.3(b) Sakelar harus dipasang sehingga :
kedudukan kontak semua tuas sakelar dan tombol sakelar dalam satu instalasi harus seragam; misalnya akan menghubung jika tuasnya didorong ke atas atau tombolnya ditekan.
Jadi, posisi kedudukan kontak saklar tidak disyaratkan harus ke atas atau ke bawah, untuk menghidupkan beban (lampu misalnya), tetapi yang disyaratkan adalah keseragaman dari saklar-saklar yang dipasang.


Gambar di atas menunjukkan kondisi kedudukan saklar yang salah, hal ini dikarenakan pemasangan saklar yang tidak seragam. Saklar single akan menghubung (ON) jika tuas ditekan ke atas, sedangkan saklar double akan ON jika tuas ditekan ke bawah.


Gambar di atas menunjukkan kondisi kedudukan saklar yang benar, saklar single dan saklar double dipasang dengan kondisi seragam, yakni saklar akan ON jika tuas ditekan ke bawah.
Lanjut membaca »»

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mempunyai arti, upaya atau pemikiran yang ditujukan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya, untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.

Tujuan K3 listrik adalah untuk menjamin kehandalan dan akurasi instalasi listrik, penyalur petir dan pesawat lift, serta untuk mencegah timbulnya bahaya akibat listrik. Adapun standar K3 listrik di Indonesia adalah PUIL 2000. Seterusnya menurut PUIL 2000 nomor 1.3 harus pula diperhatikan ketentuan yang terkait, diantaranya:
a) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Beserta Peraturan Pelaksanaannya;
b) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan;
c) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup;
d) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
e) Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah.
f) Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenagan Propinsi sebagai Daerah Otonomi.
g) Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik;
h) Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan;
i) Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1995 tentang Usaha Penunjang Tenaga Listrik;
j) Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 01.P/40/M.PE/1990 tentang Instalasi Ketenagalistrikan;
k) Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 02.P/0322/M.PE/1995 tentang Standardisasi, Sertifikasi dan Akreditasi Dalam Lingkungan Pertambangan dan Energi;

Bila Anda membutuhkan, silahkan download (pdf) beberapa undang-undang yang terkait dengan K3 listrik di bawah ini
1. Undang-undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2. Undang-undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
3. Undang-undang No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan
Lanjut membaca »»

Satu lagi produk elektronik yang bisa kita gunakan untuk keperluan memutar audio file mp3 atau wma, yakni Digital Player Rayden RD005.


Untuk hasil yang optimal, kita persiapkan semua bahannya:
  1. Rayden RD005, kit untuk memutar file-file audio mp3 atau wma
  2. Adaptor 220VAC / 12VDC, untuk catudaya kit Rayden RD005
  3. Konverter, untuk mengubah soket kabel RCA (kabel yang biasa dipake untuk VDC player) menjadi soket headphone, sesuai kebutuhan kit Rayden RD005
  4. Tape compo, untuk menguatkan suara Rayden RD005


Cara memasang digital player Rayden RD005
  • Hubungkan kabel RCA dengan konverter
  • Tancapkan konverter di bagian output kit Rayden RD005
  • Tancapkan soket output adaptor di bagian catu daya kit Rayden RD005


  • Tancapkan ujung kabel RCA di terminal Line In tape compo
  • Tancapkan setrum adaptor kit Rayden RD005 dan tekan tombol Power pada kit
  • Tancapkan USB Flash Disk berisi file-file lagu mp3
  • Tancapkan kabel setrum tape compo, hidupkan compo dan pilih fungsi Aux
  • Setel volume sesuai keinginan
  • Enjoy the music.


Video demo hasil pemasangannya bisa disaksikan di YouTube, berikut ini

Kawan yang memerlukan bahan mp3 player seperti di atas, silahkan order di Bumi Caang - Paket MP3 Player (plus Radio FM)
Lanjut membaca »»

Dalam menjamin keselamatan dan kesehatan kerja (k3) listrik di perusahaan tempat kita bekerja, maupun di tingkat rumah tangga, ada beberapa ketentuan yang harus dilaksanakan. Salah satu ketentuan listrik yang harus dilaksanakan adalah PUIL 2000. Berikut beberapa nomor PUIL 2000.

1.4.1 Penamaan
Persyaratan ini secara lengkap bernama Persyaratan Umum Instalasi Listrik Tahun 2000, disingkat PUIL 2000.

1.4.2 Penunjukan
Penunjukan dalam persyaratan dalam PUIL 2000 dilakukan dengan menyebut nomornya.

1.4.3 Pemberlakuan
PUIL 2000 ini diberlakukan untuk seluruh wilayah Republik Indonesia.

1.1 Maksud dan tujuan
Maksud dan tujuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini ialah agar pengusahaan instalasi listrik terselenggara dengan baik, untuk menjamin keselamatan manusia dari bahaya kejut listrik, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya, keamanan gedung serta isinya dari kebakaran akibat listrik, dan perlindungan lingkungan.

1.2.1 Ruang lingkup
1.2.1.1 Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini berlaku untuk semua pengusahaan instalasi listrik tegangan rendah arus bolak-balik sampai dengan 1000 V, arus searah 1500 V dan tegangan menengah sampai dengan 35 kV dalam bangunan dan sekitarnya baik perancangan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupun pengawasannya dengan memperhatikan ketentuan yang terkait.

1.2.1.2 Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini tidak berlaku untuk :
a) bagian instalasi listrik dengan tegangan rendah yang hanya digunakan untuk menyalurkan berita dan isyarat;
b) bagian instalasi listrik yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan pelayanan kereta rel listrik;
c) instalasi listrik dalam kapal laut, kapal terbang, kereta rel listrik, dan kendaraan lain yang digerakkan secara mekanis;
d) instalasi listrik di bawah tanah dalam tambang;
e) instalasi listrik dengan tegangan rendah yang tidak melebihi 25 V dan dayanya tidak melebihi 100 W.

Bila Anda memerlukan, silahkan download selengkapnya PUIL 2000.
Lanjut membaca »»

Perhatikan gambar di bawah ini.


Dari keempat model pemasangan sakelar listrik, kondisi manakah yang pemasangan sakelarnya dinilai paling aman?

Secara fungsi, keempat model pemasangan sakelar akan bekerja dengan baik, semuanya bisa menghidupkan lampu jika sakelar ditutup. Namun ada satu yang dinilai paling aman dan bisa mengurangi bahaya listrik.

Berdasarkan PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) 2000 nomor 7.10.24, yang menyatakan:
Pada penghantar netral atau penghantar nol tidak boleh dipasang sakelar

Maka (A) dan (B), merupakan model pemasangan yang tidak aman, karena penghantar netralnya -kawat N- terhubung ke sakelar.

Model (C) dan (D) kawat N nya tidak terhubung ke sakelar, jadi bisa dikatakan aman.

Berdasarkan PUIL 2000 nomor 2.5.2.3, menyatakan:
Sakelar harus dipasang sehingga :
a) bagian yang dapat bergerak, tidak bertegangan pada waktu sakelar dalam keadaan
terbuka atau tidak menghubung;

Maka (D) merupakan model pemasangan yang tidak aman, karena bagian sakelar yang bergerak terhubung ke penghantar bertegangan -kawat L-.

Model (C) menghubungkan bagian sakelar yang bergerak dengan penghantar tidak bertegangan.

Kesimpulannya, (C) merupakan model pemasangan sakelar listrik yang paling aman.
Lanjut membaca »»
back to top Previous