headerphoto

Rangkaian berikut ini adalah rangkaian power supply tegangan variasi zener, yaitu rangkaian catu daya yang merubah tegangan AC 220V menjadi tegangan DC yang bervariasi atau bisa diatur dari 0 - 12 VDC, yang di dalamnya terdapat komponen dioda zener sebagai stabilisator tegangan pada saat nilai maksimum.

Sebelumnya saya sudah memposting Rangkaian Catu Daya dengan Tegangan Bervariasi, dimana ia menggunakan trafo step down 220/12 V non CT 500 mA, yang biasanya terdapat banyak pilihan tegangan pada bagian sekundernya (3V; 4,5V; 6V; 7,5V; 9V dan 12V), maka untuk mengatur tegangan output tersebut adalah dengan saklar putar yang akan terhubung pada tegangan yang kita inginkan.

Bagaimana bila kita inginkan tegangan DC variasi menggunakan trafo CT?

Pada pos ini kita menggunakan trafo step down 220/12 V CT 500 mA, yang tidak punya banyak pilihan output tegangan, sehingga untuk mengatur tegangan output ialah dengan potensiometer sebagai pembagi tegangan yang kemudian diumpan ke bagian penguat. Lihat gambar rangkaiannya di bawah ini.

Rangkaian Catu Daya Tegangan Variasi Zener

:catat: Daftar rangkaian:
  • R1 = 100 Ω
  • R2 = 2 kΩ (potensiometer)
  • R3 = 10 kΩ
  • C1 = 2200 uF/ 16 V
  • C2 = 10 uF/ 16 V
  • C3 = 100 uF/ 16 V
  • Q1 = Transistor NPN BC548
  • Q2 = Transistor NPN BD139
  • D1, D2 = IN4002
  • D3 = Zener 12 V (BZX79-C12)
  • T1 = Trafo step-down 220/12 V 500mA CT
  • F1 = Fuse 0,5 A
  • VM = Volt meter 20 VDC

Volt Meter DC

Karena rangkaian ini memiliki output yang bervariasi, maka kita perlu menambahkan sebuah alat untuk mengukur dan menampilkan output tegangan yang dihasilkan, dan alat itu adalah volt meter DC seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Lanjut membaca »»

Tulisan ini akan memberikan penjelaskan dan perhitungan praktis dari Rangkaian Penurun Tegangan DC Variable, yaitu rangkaian yang bisa menurunkan tegangan 18 hingga 30 VDC menjadi tegangan yang bervariasi antara 0 hingga 12 VDC, arus yang mengalir maximal 500 mA.

1. Input Rangkaian 18 VDC
Input 18 VDC ialah input minimal yang disarankan untuk rangkaian ini. Jika diberikan input di bawah nilai yang disarankan, besar kemungkinan rangkaian kurang maksimal. Berikut perhitungannya


Arus yang mengalir melalui R1:
I = (Vin - Vz) / R1
I = (18 - 12) / 1000
I = 0,006 A
I = 6 mA.

Daya pada resistor R1:
P = (Vin - Vz) x IR1
P = (18 - 12) x 6 mA
P = 36 mW. :oke:

Arus minimal yang mengalir melalui zener D1:
I = 1 mA.

Arus yang mengalir melalui R2:
I = IR1 - IZ
I = 6 - 1 = 5 mA.

Daya maksimal pada potensiometer R2:
P = IR1 x Vz
P = 6 mA x 12 V
P = 72 mW. :oke:

Arus yang dihasilkan oleh Q1:
I = 5 mA x 6 = 30 mA.

Daya maksimal pada Q1:
P = IQ1 x V
P = 30 mA x 12 V
P = 360 mW. :oke:

Arus yang dihasilkan oleh Q2:
I = 30 mA x 17 = 500 mA.

Daya maksimal pada Q2:
P = IQ2 x V
P = 500 mA x 12 V
P = 6000 mW
P = 6 W. :oke:

2. Input Rangkaian 30 VDC
Input 30 VDC ialah input maksimal yang disarankan untuk rangkaian ini. Berikut perhitungannya


Arus yang mengalir melalui R1:
I = (Vin - Vz) / R1
I = (30 - 12) / 1000
I = 0,018 A
I = 18 mA.

Daya pada resistor R1:
P = (Vin - Vz) x IR1
P = (30 - 12) x 18 mA
P = 324 mW. :oke:

Arus maksimal yang mengalir melalui zener D1:
I = 13 mA.

Arus yang mengalir melalui R2:
I = IR1 - IZ
I = 18 - 13 = 5 mA.

Daya maksimal pada resistor atau potensiometer R2:
P = IR1 x Vz
P = 18 mA x 12 V
P = 216 mW. :oke:

Arus yang dihasilkan oleh Q1:
I = 5 mA x 6 = 30 mA.

Daya maksimal pada Q1:
P = IQ1 x V
P = 30 mA x 12 V
P = 360 mW. :oke:

Arus yang dihasilkan oleh Q2:
I = 30 mA x 17 = 500 mA.

Daya maksimal pada Q2:
P = IQ2 x V
P = 500 mA x 12 V
P = 6000 mW
P = 6 W. :oke:

3. Input Rangkaian >30 VDC
Jika diberikan input di atas nilai yang disarankan, misal 35 VDC dari nilai maksimalnya 30 VDC, besar kemungkinan rangkaian akan mengalami kegagalan atau kerusakan. Berikut penjelasannya


Arus yang mengalir melalui R1:
I = (Vin - Vz) / R1
I = (35 - 12) / 1000
I = 0,023 A
I = 23 mA.

Daya pada resistor R1:
P = (Vin - Vz) x IR1
P = (35 - 12) x 23 mA
P = 529 mW. :awas:

:awas: Artinya resistor pada R1 haruslah menggunakan jenis resistor berdaya 1 Watt, bila digunakan resistor yang biasa atau yang umum digunakan, 1/2 Watt, maka ia akan terbakar.
Semoga bermanfaat dan bisa dipahami.

Lanjut membaca »»

Rangkaian berikut ini adalah rangkaian penurun tegangan DC variable, yaitu rangkaian yang berinput tegangan 18 - 30 VDC dan akan menghasilkan output tegangan 0 - 12 VDC. Rangkaian ini mirip dengan Rangkaian Variable DC to DC Converter, yang di dalamnya terdapat dioda zener dan dua buah transistor.

Ditel output dari rangkaian penurun tegangan DC variable ini yakni maximal 12VDC 500mA 6W atau 75% dari kapasitas daya maksimal yang mampu dihasilkan oleh transistor BD139 sebagai transistor utama dalam rangkaian (P maks BD 139 = 8 Watt).

Gambar rangkaiannya terlihat seperti di bawah ini.

Rangkaian Penurun Tegangan DC Variable

:catat: Daftar rangkaian:

  • R1 = 1 kΩ
  • R2 = 2 kΩ (potensiometer)
  • R3 = 10 kΩ
  • C1 = 10 uF/ 25 V
  • C2 = 100 uF/ 25 V
  • Q1 = BC548
  • Q2 = BD139
  • D1 = Zener 12 V (BZX79-C12)
  • VM = Volt meter 20 VDC

Volt Meter DC

Karena rangkaian ini memiliki output yang bervariasi, maka kita perlu menambahkan sebuah alat untuk mengukur dan menampilkan output tegangan yang dihasilkan, dan alat itu adalah volt meter DC seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Lanjut membaca »»

Seiring berjalannya waktu, peserta grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar bertambah banyak dan memenuhi kapasitas peserta yang disediakan oleh WhatsApp, yakni 256 peserta. Sehingga banyak peserta yang mau gabung ke dalam grup, menjadi tertunda, tidak bisa masuk ke dalam grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar.

Setelah berdiskusi dengan para peserta grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar untuk masalah tersebut di atas, maka kita ambil kesimpulan untuk membuat grup melalui aplikasi chat yang lain, yang menyediakan kapasitas peserta lebih banyak, namun masih serupa dengan aplikasi WhatsApp.

Dibuatlah grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar, yang berkapasitas 5000 peserta.

Grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar

Adapun Ketentuan dan Tata Tertib grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar samadengan grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar, yaitu:
:1: Nama grup adalah Diskusi Elektronika Dasar, dengan ikon grup berupa dua buah Dioda.
:2: Peserta dilarang merubah nama atau ikon grup.
:3: Diskusi bisa dilakukan setiap hari, mulai pukul 06:00 WIB - 22:00 WIB.
:4: Tidak diperkenankan membahas topik diluar bidang Elektronika atau listrik.
:5: Admin grup ini adalah Zaldi Hardiyanto, bisa dipanggil Kang Caang (pengelola blog Elektronika Bersama) dan Kang Anto.
:6: Semua peserta berhak menjawab atau menanggapi setiap pertanyaan yg diajukan oleh peserta yg lain.
:7: Menjaga adab kesopanan, izin saat masuk dan izin saat keluar, saling menghargai dan menghormati sesama peserta.
:8: Hasil diskusi suatu waktu akan diposting di blog Elektronika Bersama
:9: Bagi peserta yang ingin memposting ulang/ men-share ke media yang lain, silahkan, namun diharapkan untuk mencantumkan sumber grup atau dengan sumber link http://www.elektronikabersama.web.id

Bagi kawan yang berminat gabung ke dalam grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar, silahkan ikuti tautan Telegram berikut ini:
Diskusi Elektronika Dasar

:s185: Setelah masuk jangan lupa memperkenalkan diri:
Nama - Usia - Pekerjaan - Domisili

Contoh:
Zaldi - 36 - Karyawan - Bogor

Kami tunggu, SEMANGAT :semangat:

Lanjut membaca »»

Posting ini akan menjelaskan Rangkaian Variable DC to DC Converter atau rangkaian yang merubah tegangan 12 hingga 24 VDC menjadi tegangan yang bervariasi antara 0 hingga 5 VDC, arus yang mengalir maximal 500 mA.

1. Input Rangkaian 12 VDC

Input 12 VDC ialah input minimal yang disarankan untuk rangkaian ini. Jika diberikan input di bawah nilai yang disarankan, besar kemungkinan rangkaian kurang maksimal.


Arus yang mengalir melalui R1:
I = (Vin - Vz) / R1
I = (12 - 5) / 720
I = 0,01 A
I = 10 mA.

Arus yang mengalir melalui R2:
I = Vz / R2
I = 5 / 1k
I = 5 mA.

Arus yang mengalir melalui zener D1:
I = IR1 - IR2
I = 10 - 5 = 5 mA.

Daya maksimal pada resistor atau potensiometer R2:
P = IR1 x Vz
P = 10 mA x 5 V
P = 50 mW.

Arus yang dihasilkan oleh Q1:
I = 5 mA x 10 = 50 mA.

Daya maksimal pada Q1:
P = IQ1 x V
P = 50 mA x 5 V
P = 250 mW.

Arus yang dihasilkan oleh Q2:
I = 50 mA x 10 = 500 mA.

Daya maksimal pada Q2:
P = IQ2 x V
P = 500 mA x 5 V
P = 2500 mW
P = 2,5 W.

2. Input Rangkaian 24 VDC
Input 24 VDC ialah input maksimal yang disarankan untuk rangkaian ini. Jika diberikan input di atas nilai yang disarankan, besar kemungkinan rangkaian akan mengalami kegagalan atau kerusakan.


Arus yang mengalir melalui R1:
I = (Vin - Vz) / R1
I = (24 - 5) / 720
I = 0,026 A
I = 26 mA.

Arus yang mengalir melalui R2:
I = Vz / R2
I = 5 / 1k
I = 5 mA.

Arus yang mengalir melalui zener D1:
I = IR1 - IR2
I = 26 - 5 = 21 mA.

Daya maksimal pada resistor atau potensiometer R2:
P = IR1 x Vz
P = 26 mA x 5 V
P = 130 mW.

Arus yang dihasilkan oleh Q1:
I = 5 mA x 10 = 50 mA.

Daya maksimal pada Q1:
P = IQ1 x V
P = 50 mA x 5 V
P = 250 mW.

Arus yang dihasilkan oleh Q2:
I = 50 mA x 10 = 500 mA.

Daya maksimal pada Q2:
P = IQ2 x V
P = 500 mA x 5 V
P = 2500 mW
P = 2,5 W.

Silahkan lihat cara perhitungan zioda zener di Contoh Soal Menghitung Dioda Zener. Semoga bermanfaat.

Lanjut membaca »»

Rangkaian yang diposting kali ini adalah rangkaian variable DC to DC konverter, yaitu rangkaian yang merubah tegangan 12 hingga 24 VDC menjadi tegangan yang bervariasi antara 0 hingga 5 VDC, yang di dalamnya terdapat dioda zener. Output DC maximal 5V 500 mA. Gambar rangkaiannya terlihat seperti di :bawah: (klik untuk memperbesar).

Rangkaian Variable DC to DC Converter

:catat: Daftar rangkaian:

  • R1 = 720 Ω
  • R2 = 1 kΩ (Variable resistor/ potensiometer)
  • R3 = 10 kΩ
  • C1 = 10 uF/ 16 V
  • C2 = 100 uF/ 16 V
  • Q1 = BC548
  • Q2 = BC141
  • D1 = Zener 5,6 V (BZX79-C5V6)
  • VM = Volt meter 12-20 VDC

Volt Meter DC

Karena rangkaian ini memiliki output yang bervariasi, maka kita perlu menambahkan sebuah alat untuk mengukur dan menampilkan output tegangan yang dihasilkan, dan alat itu adalah volt meter DC seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Lanjut membaca »»

Salah satu tipe dioda zener yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronika adalah BZX79. Dioda zener BZX79 dan seri-serinya termasuk kelas dioda regulator tegangan rendah. Berikut ini karakter-karakter atau data-data umum dari dioda zener BZX79 dan seri-serinya yang saya kumpulkan dari beberapa situs luar.

:catat: Tegangan Kerja
Tegangan kerja dioda zener BZX79 sangat bervariasi, mulai dari 2,4 V hingga 75 Volt, sesuai dengan serinya. Berikut tegangan kerja dioda zener BZX79 dan seri-serinya selengkapnya
2,4V; 2,7V; 3V; 3,3V; 3,6V; 3,9V; 4,3V; 4,7V; 5,1V; 5,6V; 6,2V; 6,8V; 7,5V; 8,2V; 9,1V; 10V;
11V; 12V; 13V; 15V; 16V; 18V; 20V;
22V; 24V; 27V; 30V;
33V; 36V; 39V;
43V; 47V;
51V; 56V;
62V; 68V;
75V.

Dioda Zener Tipe BZX79-C12

Dioda zener seperti gambar di atas, tipe BZX79-C12, memiliki tegangan kerja atau Vz sebesar 12 Volt, dengan nilai toleransi ±5%, sehingga Vz min = 11,4 V dan Vz max = 12,7 V pada saat mengalir arus zener atau Iz sebesar 5 mA.

:catat: Arus Maksimal
Arus maksimal yang diperbolehkan mengalir melewati dioda zener BZX79 dan seri-serinya, Iz max = 250 mA.

:catat: Daya Maksimal
Daya maksimal yang dibebankan pada dioda zener BZX79 dan seri-serinya, Pz max = 500 mW.

Demikian data-data umum dioda zener BZX79 dan seri-serinya yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan ini bisa memberikan pemahaman bagi kita dalam hal elektronika, terutama dalam membuat, menghitung atau merancang rangkaian elektronika yang didalamnya terdapat komponen berupa dioda zener.

Lanjut membaca »»

Previous