Aliran elektron yang bergerak pada suatu penghantar listrik dengan kecepatan tertentu dinamakan arus listrik (I). Timbulnya arus listrik karena terdapat beda potensial pada dua ujung penghantar. Sedangkan terjadinya beda potensial pada dua penghantar disebabkan karena adanya salah satu ujung penghantar mendapatkan suatu tenaga yang mendorong elektron-elektron untuk bergerak.

Arus listrik hanya akan terjadi dalam rangkaian tertutup. Satuan untuk ukuran arus listrik dinamakan Ampere atau disingkat dengan huruf A. Satu coulomb muatan sejumlah elektron bergerak melalui penghantar suatu rangkaian dalam waktu satu detik disebut satu Ampere. Hubungan antara arus listrik (I), jumlah muatan elektron (Q), dan satuan waktu (t) ditulis dengan rumus:

I = Q / t

Dimana:
I adalah arus listrik (dalam satuan Ampere)
Q adalah muatan elektron (dalam satuan coulomb)
t adalah waktu (dalam satuan detik)

Contoh soal:
Berapakah besarnya arus listrik yang mengalir bila jumlah elektron sebanyak 60 coulomb pada suatu rangkaian tertutup selama setengah menit?

Penyelesaian:
Q = 60 coulomb
t = 0,5 menit = 30 detik
I = Q / t = 60 / 30 = 2 Ampere

Menurut teori elektron, bahwa aliran elektron bergarak dari yang kelebihan elektron menuju yang kekurangan elektron atau dari muatan negatif menuju ke muatan positif. Namun menurut perjanjian arah arus (bukan arah aliran elektron) selalu bergerak dari bagian positif ke bagian negatif. Perhatikan gambar-gambar dibawah ini
Gambar Arus Listrik Berdasarkan Teori Elektron


Gambar Arus Listrik Berdasarkan Perjanjian Arah Arus


Next→
←Prev

Baca Lagi...

Share: FB-share Twitter-share

Gabung Grup Diskusi Elektronika Dasar

Diskusi elektronika dan listrik melalui aplikasi Telegram. Silahkan baca di

Ayo Gabung Grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar

Dapatkan Update Artikel via Email

Cek di inbox, lalu klik link konfirmasi

Tidak ada komentar