headerphoto

Kolom Pencarian

Memuat...

Clamp meter adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur arus atau ampere listrik. Clamp meter umumnya bisa bekerja untuk mengukur arus-arus yang cukup besar, bahkan sampai ratusan ampere.

Terdapat perbedaan cara mengukur arus, antara AVO meter atau multi tester dengan clamp meter. Pengukuran arus dengan menggunakan avo meter cukup rumit dilakukan, karena harus memutus kabel untuk disambungkan dengan alat ukur, sedang cara menggunakan clamp meter cukup gampang yaitu dengan cara menjepit kabel, mirip tang. Cara menggunakan alat dengan menjepit tersebut, maka clamp meter sering disebut dengan tang ampere.

Lihat gambar diatas, cara menggunakan clamp meter cukup menjepitkan kabel pada aliran arus listrik yang akan diukur.

Dalam unit elektrik pada dunia industri, clamp meter banyak digunakan, terutama untuk perawatan atau maintenance motor-motor listrik. Clamp meter sekarang telah dikembangkan agar dapat pula mengukur tegangan dan tahanan listrik. Cara mengukurnya sama seperti menggunakan AVO meter, yaitu menghubungkan probe yang ditancapkan pada bagian bawah alat.

Next→
←Prev

Baca Lagi...

Share

FB-share Facebook - Twitter-share Twitter -

Gabung Grup Diskusi Elektronika Dasar

Caranya ketik:
Daftar Diskusi Elektronika - Nama - Usia - Pekerjaan - Domisili

contoh:
Daftar Diskusi Elektronika - Zaldi Hardiyanto - 35 - Karyawan - Bogor

Kirim ke no WhatsApp WA 0812-1070-518

Dapatkan Update Artikel via Email

Cek di inbox, lalu klik link konfirmasi

6 komentar

  1. Mas, numpang nebeng
    Itu yang diukur dengan clamp meter display Arus nya cuman 0,8 A ya? Tapi Breakernya kok 40 A?
    Kapan ngetripnya kalau ada beban lebih (overload, phase loss, dsb)? Lagipula tidak ada TOR atau EOCR nya kan?
    Maaf kalau saya salah

    BalasHapus
  2. Silahkan, numpang mandi juga boleh, hehe :d:

    Betul, arus yang diukur oleh clamp meter menunjukkan nilai 0,8 A, cukup kecil karena waktu itu bebannya juga motor kecil. Kenapa breakernya 40 A? yang tersedia disana (pabrik) emang seperti itu, nggak ideal memang, tapi nggak masalah, asalkan nilai arus yang terukur tidak lebih besar dari nilai breakernya toh!

    Kapan ngetripnya? Ya itu tadi, kalau nilai arus yang terukur ternyata lebih besar dari nilai breakernya, bisa dipastikan breaker itu akan trip.

    Mengenai TOR apakah ini singkatan dari Thermal Overload Relay? dan EOCR merupakan hal yang sejenisnya, peralatan proteksi terhadap arus lebih? Kalau iya, menurut saya pembahasannya akan lain, disini saya membahas pengukuran arus dan TOR berhubungan dengan beban dan proteksi. Tentu motor yang saya ukur tadi mempunyai kontrol yang didalamnya ada alat proteksi motor Thermal Overload Relay, hanya tidak tergambarkan disini.

    Contoh penggunaan Thermal Overload Relay untuk kontrol dan proteksi motor, silahkan lihat di
    Wiring Diagram Putaran Motor Bolak Balik (Forward Reverse Direction)
    http://www.elektronikabersama.web.id/2011/03/wiring-diagram-putaran-motor-bolak.html

    BalasHapus
  3. bgmn cara menggunakan kalau u di mcb listrik sentral rumahan/pabrik dll, di jepit nya di kabel wrn merah atau biru ya? trus penyetelan ampere di alat di angka brp ya? tks

    BalasHapus
  4. Sama aja pa, silahkan mau yang kabel merah atau biru, pilih salah satu.
    Range Ampere ga perlu distel, dah langsung ukur saja ke beban, yang penting Ampere beban yang diukur tidak melebihi kemampuan Tang Ampere tsb.

    BalasHapus
  5. Bagaimana kl buat ngukur arus pd elcb 3 phasa untuk mengetahui ada arus bocor atau tidak..trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf mas, sepertinya pertanyaan yg mas ajukan sudah masuk level menengah. Nanti saya tanya pada yg lebih ahli :malu:

      Hapus

:tanbih: Lihat komentar terakhir dan cara menampilkan emoticon WhatsApp dalam komentar di :kanan: 20 Komentar Terakhir