Tampilkan postingan dengan label diskusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diskusi. Tampilkan semua postingan

Dari Grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar ada postingan, "Kang, saya ingin tahu lebih dalam tentang arduino, mulai dari apa itu arduino, apa kelebihan-kelebihan arduino? dst. Sepertinya arduino ini dalam dunia elektronika lagi populer, booming, berkembang pesat, kita akan ketinggalan kalo tidak ngikutin (untuk mempelajarinya). Zaman saya belajar formal, di STM, SMK dan bangku kuliah, belum ada itu arduino."

Untuk itu saya kutip materi-materi Arduino dari berbagai sumber (kang Admin grupnya sama-sama belum begitu faham Arduino, maklum seangkatan, 90-an :malu:).

Pengertian Arduino

Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.



Arduino juga merupakan platform hardware terbuka yang ditujukan kepada siapa saja yang ingin membuat purwarupa peralatan elektronik interaktif berdasarkan hardware dan software yang fleksibel dan mudah digunakan. Mikrokontroler diprogram menggunakan bahasa pemrograman arduino yang memiliki kemiripan syntax dengan bahasa pemrograman C. Karena sifatnya yang terbuka maka siapa saja dapat mengunduh skema hardware arduino dan membangunnya.

Arduino menggunakan keluarga mikrokontroler ATMega yang dirilis oleh Atmel sebagai basis, namun ada individu/perusahaan yang membuat clone arduino dengan menggunakan mikrokontroler lain dan tetap kompatibel dengan arduino pada level hardware. Untuk fleksibilitas, program dimasukkan melalui bootloader meskipun ada opsi untuk mem-bypass bootloader dan menggunakan downloader untuk memprogram mikrokontroler secara langsung melalui port ISP.

Sejarah Singkat

Semuanya berawal dari sebuah thesis yang dibuat oleh Hernando Barragan, di Institute Ivrea, Italia pada tahun 2005, dikembangkan oleh Massimo Banzi dan David Cuartielles dan diberi nama Arduin of Ivrea. Lalu diganti nama menjadi Arduino yang dalam bahasa Italia berarti teman yang berani.

Tujuan awal dibuat Arduino adalah untuk membuat perangkat mudah dan murah, dari perangkat yang ada saat itu. Dan perangkat tersebut ditujukan untuk para siswa yang akan membuat perangkat desain dan interaksi.

Saat ini tim pengembangnya adalah Massimo Banzi, David Cuartielles, Tom Igoe, Gianluca Martino, David Mellis, dan Nicholas Zambetti. Mereka mengupayakan 4 hal dalam Arduino ini, yaitu:

  1. Harga terjangkau
  2. Dapat dijalankan diberbagai sistem operasi, Windows, Linux, Mac, dan sebagainya.
  3. Sederhana, dengan bahasa pemograman yang mudah bisa dipelajari orang awam, bukan untuk orang teknik saja.
  4. Open Source, hardware maupun software.

Sifat Arduino yang Open Source, membuat Arduino berkembang sangat cepat. Sehingga banyak lahir perangkat-perangkat sejenis Arduino. Seperti DFRDuino atau Freeduino, sedangkan untuk lokal ada CipaDuino yang dibuat oleh SKIR70, lalu ada MurmerDuino yang dibuat oleh Robot Unyil, ada lagi AViShaDuino yang salah satu pembuatnya adalah Admin Kelas Robot.

Sampai saat ini pihak resmi, sudah membuat berbagai jenis-jenis Arduino. Mulai dari yang paling mudah dicari dan paling banyak digunakan, yaitu Arduino Uno. Hingga Arduino yang sudah menggunakan ARM Cortex, berbentuk Mini PC. Hingga saat ini sudah ada ratusan ribu Arduino yang digunakan digunakan di dunia sejak tahun 2011. Arduino juga sudah dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar, contohnya Google menggunakan Arduino untuk Accessory Development Kit, NASA memakai Arduino untuk prototypin, ada lagi Large Hadron Colider memakai Arduino dalam beberapa hal untuk pengumpulan data.

Banyak yang bertanya Arduino ini sebenarnya menggunakan bahasa pemprograman apa? Arduino sebenarnya menggunakan bahasa C, yang sudah disederhanakan. Sehingga orang awam pun bisa menjadi seniman digital, bisa mempelajari Arduino dengan mudahnya.

Jenis-Jenis Arduino

Seperti Microcontroller yang banyak jenisnya, Arduino lahir dan berkembang, kemudian muncul dengan berbagai jenis. Diantaranya adalah:

a. Arduino Uno

Jenis yang ini adalah yang paling banyak digunakan. Terutama untuk pemula sangat disarankan untuk menggunakan Arduino Uno. Banyak sekali referensi yang membahas Arduino Uno. Versi yang terakhir adalah Arduino Uno R3 (Revisi 3), menggunakan ATMEGA328 sebagai Microcontrollernya, memiliki 14 pin I/O digital dan 6 pin input analog. Untuk pemprograman cukup menggunakan koneksi USB type A to To type B. Sama seperti yang digunakan pada USB printer.

b. Arduino Due

Berbeda dengan saudaranya, Arduino Due tidak menggunakan ATMEGA, melainkan dengan chip yang lebih tinggi ARM Cortex CPU. Memiliki 54 I/O pin digital dan 12 pin input analog. Untuk pemprogramannya menggunakan Micro USB, terdapat pada beberapa handphone.

c. Arduino Mega

Mirip dengan Arduino Uno, sama-sama menggunakan USB type A to B untuk pemprogramannya. Tetapi Arduino Mega, menggunakan Chip yang lebih tinggi ATMEGA2560. Dan tentu saja untuk Pin I/O Digital dan pin input Analognya lebih banyak dari Uno.

d. Arduino Leonardo

Bisa dibilang Leonardo adalah saudara kembar dari Uno. Dari mulai jumlah pin I/O digital dan pin input Analognya sama. Hanya pada Leonardo menggunakan Micro USB untuk pemprogramannya.

e. Arduino Fio

Bentuknya lebih unik, terutama untuk socketnya. Walau jumlah pin I/O digital dan input analognya sama dengan uno dan leonardo, tapi Fio memiliki Socket XBee. XBee membuat Fio dapat dipakai untuk keperluan projek yang berhubungan dengan wireless.

f. Arduino Lilypad

Bentuknya yang melingkar membuat Lilypad dapat dipakai untuk membuat projek unik. Seperti membuat amor iron man misalkan. Hanya versi lamanya menggunakan ATMEGA168, tapi masih cukup untuk membuat satu projek keren. Dengan 14 pin I/O digital, dan 6 pin input analognya.

g. Arduino Nano

Sepertinya namanya, Nano yang berukulan kecil dan sangat sederhana ini, menyimpan banyak fasilitas. Sudah dilengkapi dengan FTDI untuk pemograman lewat Micro USB. 14 Pin I/O Digital, dan 8 Pin input Analog (lebih banyak dari Uno). Dan ada yang menggunakan ATMEGA168, atau ATMEGA328.

h. Arduino Mini

Fasilitasnya sama dengan yang dimiliki Nano. Hanya tidak dilengkapi dengan Micro USB untuk pemograman. Dan ukurannya hanya 30 mm x 18 mm saja.

i. Arduino Micro

Ukurannya lebih panjang dari Nano dan Mini. Karena memang fasilitasnya lebih banyak yaitu; memiliki 20 pin I/O digital dan 12 pin input analog.

j. Arduino Ethernet

Ini arduino yang sudah dilengkapi dengan fasilitas ethernet. Membuat Arduino kamu dapat berhubungan melalui jaringan LAN pada komputer. Untuk fasilitas pada Pin I/O Digital dan Input Analognya sama dengan Uno.

k. Arduino Esplora

Rekomendasi bagi kamu yang mau membuat gadget sepeti Smartphone, karena sudah dilengkapi dengan Joystick, button, dan sebagainya. Kamu hanya perlu tambahkan LCD, untuk lebih mempercantik Esplora.

l. Arduino Robot

Ini adalah paket komplit dari Arduino yang sudah berbentuk robot. Sudah dilengkapi dengan LCD, Speaker, Roda, Sensor Infrared, dan semua yang kamu butuhkan untuk robot sudah ada pada Arduino ini.

Contoh program

Untuk memprogram board Arduino, kita butuh aplikasi IDE (Integrated Development Environment) bawaan dari Arduino. Aplikasi ini berguna untuk membuat, membuka, dan mengedit source code Arduino (Sketches, para programmer menyebut source code arduino dengan istilah "sketches"). Sketch merupakan source code yang berisi logika dan algoritma yang akan diupload ke dalam IC mikrokontroller (Arduino). Contoh sketches:


int LED_PIN = 13;

void setup () {
pinMode (LED_PIN, OUTPUT); // enable pin 13 for digital output
}

void loop () {
digitalWrite (LED_PIN, HIGH); // turn on the LED
delay (1000); // wait one second (1000 milliseconds)
digitalWrite (LED_PIN, LOW); // turn off the LED
delay (1000); // wait one second
}


Kesimpulannya, Arduino adalah alat kontrol yang dirancang untuk membuat perangkat mudah dan murah, dari perangkat yang sudah ada.

Demikian materi pengenalan Arduino, semoga bermanfaat dan bisa difahami. Sumber yang saya kutip :catat:
[1] Wikipedia - https://id.wikipedia.org/wiki/Arduino
[2] Situs resmi Arduino - https://www.arduino.cc/
[3] ebook Arduino untuk pemula - https://www.elangsakti.com

Lanjut baca »»

Seiring berjalannya waktu, peserta grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar bertambah banyak dan memenuhi kapasitas peserta yang disediakan oleh WhatsApp, yakni 256 peserta. Sehingga banyak peserta yang mau gabung ke dalam grup, menjadi tertunda, tidak bisa masuk ke dalam grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar.

Setelah berdiskusi dengan para peserta grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar untuk masalah tersebut di atas, maka kita ambil kesimpulan untuk membuat grup melalui aplikasi chat yang lain, yang menyediakan kapasitas peserta lebih banyak, namun masih serupa dengan aplikasi WhatsApp.

Dibuatlah grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar, yang berkapasitas 5000 peserta.

Grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar

Adapun Ketentuan dan Tata Tertib grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar samadengan grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar, yaitu:
1) Nama grup adalah Diskusi Elektronika Dasar, dengan ikon grup berupa dua buah Dioda.
2) Peserta dilarang merubah nama atau ikon grup.
3) Diskusi bisa dilakukan setiap hari, mulai pukul 06:00 WIB - 22:00 WIB.
4) Tidak diperkenankan membahas topik diluar bidang Elektronika atau listrik.
5) Admin grup ini adalah Zaldi Hardiyanto, bisa dipanggil Kang Caang (pengelola blog Elektronika Bersama) dan Kang Anto.
6) Semua peserta berhak menjawab atau menanggapi setiap pertanyaan yg diajukan oleh peserta yg lain.
7) Menjaga adab kesopanan, izin saat masuk dan izin saat keluar, saling menghargai dan menghormati sesama peserta.
8) Hasil diskusi suatu waktu akan diposting di blog Elektronika Bersama
9) Bagi peserta yang ingin memposting ulang/ men-share ke media yang lain, silahkan, namun diharapkan untuk mencantumkan sumber grup atau dengan sumber link http://www.elektronikabersama.web.id

Bagi kawan yang berminat gabung ke dalam grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar, silahkan ikuti tautan Telegram berikut ini:
Diskusi Elektronika Dasar

Setelah masuk jangan lupa memperkenalkan diri:
Nama - Usia - Pekerjaan - Domisili

Contoh:
Zaldi - 36 - Karyawan - Bogor

Kami tunggu, SEMANGAT

Lanjut baca »»

Posting ini melanjutkan pembahasan kemarin tentang salah satu sifat kapasitor yakni meneruskan AC dan menahan DC, setelah kemarin kita membahas bagaimana kapasitor bisa meneruskan AC (baca di: Simulasi Bagaimana Kapasitor Bisa Meneruskan AC), kali ini kita akan membahas bagaimana kapasitor bisa menahan DC, masih melalui sebuah simulasi dari program EWB (Electronics Workbrench).

Dalam diskusi tentang sifat kapasitor di grup DED WhatsApp, dikatakan:
Pada arus DC,
frekuensi = 0, maka
jX pd kapasitor kita itu menjadi tidak terhingga, karena ada pembagian terhadap 0 (XC = − (1 ÷ (2 π f C))), jX = ∞
kita anggap kapasitor murni, jadi R = 0

I = V / (R + jX)
I = V / (0 + ∞)
I = V / ∞
I = 0

Artinya, dengan nilai frekuensi samadengan nol dari sebuah sumber DC, maka akan menghasilkan sebuah reaktansi kapasitif dengan nilai yang tidak terhingga dan arus listrik menjadi nol, tidak ada aliran arus listrik yang melewati kapasitor, dengan kata lain ia menahan arus listrik. Lihat pada simulasi di bawah ini.


Gambar di atas adalah simulasi kapasitor menahan DC dalam kondisi offline, dimana parameter-parameter yang telah ditentukan adalah
V = 12 Volt
c = 200 uF
Kapasitor seri dengan sebuah lampu dengan kemampuan maksimal 10 W, 12 Volt.

Apa-apa yg belum diketahui: :y138:

Apakah lampu menyala?
I = ?
VL = ?


Gambar di atas adalah simulasi kapasitor menahan DC dalam kondisi online, menghasilkan:

:y1: Lampu tidak menyala
:y2: Tidak ada arus yang mengalir padanya
:y3: Tegangan pada lampu, VL = 0.

Semoga dengan simulasi tersebut bisa menambah pembuktikan, selain teorama perhitungan impedansi pada rangkaian rektansi kapasitif Z = R + jXC [baca di: Reaktansi Kapasitif dan Contoh Soal Impedansi (R dan C)], bahwa kapasitor bersifat menahan DC.

Lanjut baca »»

Berikut ini adalah salah satu hasil diskusi di dalam grup WhatsApp Diskusi Elektronika Dasar (DED), mengenai sifat kapasitor.

[21:24, 6/11/2016] Muhammad Heru, DED: Apakah kapasitor bisa meneruskan arus?

[06:08, 7/11/2016] Kang Caang: Bisa, kapasitor bersifat meneruskan AC dan menahan DC.
Contoh sifat kapasitor meneruskan arus AC ialah pada amplifier sistem OTL (Output Transformator Less) atau amplifier yang menggunakan IC, kopel finalnya berupa kapasitor elektrolit (elco).

[07:21, 7/11/2016] Andy Santika, DED: Bagaimana prinsip kerjanya kok bisa kapasitor itu meneruskan AC dan menahan DC kang? Bisa dijelaskan? Saya belum paham tentang ini

[07:24, 7/11/2016] Wido Santoso, DED: Saya juga belum paham

[07:26, 7/11/2016] Kang Caang: Saya beri yang praktis aja,
ingat rumus arus
I = V / R
nah ini ada pembahasan yang lebih dalam
dimana
I = V / Z
dan
Z = R + jX


[07:27, 7/11/2016] Andy Santika, DED: Z dan jX itu apa kang?

[07:28, 7/11/2016] Kang Caang: Z, impedansi
jX, reaktansi
---
Silahkan lihat di Impedansi dan Reaktansi
---

[07:29, 7/11/2016] Wido Santoso, DED: Nah itu juga yang mau saya tanyakan.

[07:31, 7/11/2016] Wido Santoso, DED: Apakah impedansi itu apa sama dengan hambatan?

[07:31, 7/11/2016] Kang Caang: Ya sama, satuannya juga Ohm

[07:33, 7/11/2016] Andy Santika, DED: Dilanjut kang penjelasannya

[07:38, 7/11/2016] Kang Caang: Dari persamaan di atas, saya substitusikan menjadi
I = V / (R + jX)

[07:44, 7/11/2016] Kang Caang: Pada arus AC:
frekuensi diatur, menghasikan
jX pd kapasitor misal 10
kita anggap kapasitor murni, jadi R = 0

I = V / (R + jX)
I = V / (0 + 10)
I = V / 10
I = 0,1 A

[07:47, 7/11/2016] Kang Caang: Pada arus DC,
frekuensi = 0, maka
jX pd kapasitor kita itu menjadi tidak terhingga, karena ada pembagian terhadap 0 (XC = − (1 ÷ (2 π f C))), jX = ∞
kita anggap kapasitor murni, jadi R = 0

I = V / (R + jX)
I = V / (0 + ∞)
I = V / ∞
I = 0

[07:50, 7/11/2016] Hendra 2 Suzuki, DED: Hasil yang pertama itu 0,1 dari mana dapatnya kang? Maaf tadi ikut nyimak dikit

[07:56, 7/11/2016] Kang Caang: 1/ 10
V disana itu samadengan 1
10V = 10 x 1V

[07:59, 7/11/2016] Kang Caang: Gimana kang, paham? atau mau menambahkan, mengoreksi, monggo

[08:03, 7/11/2016] Andy Santika, DED: I = V / ∞ = 0
Ini berarti arus listrik tidak mengalir, maksud dari kapasitor menahan arus DC gitu kang?

[08:07, 7/11/2016] Stewart Manado, DED: Kalo I = 0, berarti rangkaiannya ga hidup/di supply listrik

[08:09, 7/11/2016] Kang Caang: Betul sekali kang-akangs :s6::jempol:

#Tulisan-tulisan di atas sudah mengalami proses editing dengan tanpa mengurangi konteks kalimat.

Lanjut baca »»

Previous