Perhatian! Produk ESOPA sudah tidak dibuat lagi, mohon maaf.

Listrik adalah salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan ini. Kenaikan harga listrik menuntut kita untuk lebih hemat menggunakan listrik. Efektif dalam pemakaian motor pompa air adalah salah satu contoh hematnya. Menyediakan tangki penampungan, menghidupkan kala kekurangan (kosong), dan mematikannya bila sudah penuh.

Namun bagaimana jika Anda memiliki tangki penampungan yang airnya sering meluber?

Hal tersebut akan berakibat boros pemakaian air, tidak efektif memakai motor pompa, boros dalam menggunakan listrik, dan menaikan tagihan listrik Anda.

Untuk itu kami temukan alat yang dapat memberikan Anda solusi, ESOPA (Elektronik Semi Otomatis Pompa Air) yang bekerja mematikan motor pompa air secara otomatis sesuai dengan batas yang dikehendaki. Anda tidak akan mengalami tangki yang luber air dan tidak akan teledor, karena saat tangki penuh motor pompa akan mati dan terdengar bunyi peringatan (buzzer) yang berfungsi mengingatkan Anda bahwa tangki sudah penuh.

Pada alat ini terdapat 2 buah lampu indikator yang berfungsi memberitahukan Anda untuk kondisi motor pompa hidup dan kondisi tangki penuh (motor pompa mati). ESOPA sangat efektif karena menggunakan rangkaian elektronik.

ESOPA disebut juga sebagai saklar batas atas (up level switch).

ESOPA tampak depanGambar Alat Tampak Depan

ESOPA tampak atasGambar Alat Tampak Atas

ESOPA tampak bawahGambar Alat Tampak Bawah

Cara Kerja dan Ilustrasi

- Motor pompa air diilustrasikan dengan lampu pilot 220 V, Sensor A dengan kabel putih, dan Sensor B dengan kabel hitam.

- Dalam kondisi kekurangan air, alat dihubungkan dengan sumber PLN. Motor pompa akan hidup, karena sensor tidak menyentuh air.

Tangki kosong motor pompa hidupGambar Ilustrasi Kondisi Motor Pompa Hidup

- Tangki penuh dan sensor menyentuh air. Motor pompa akan mati secara otomatis dan terdengar bunyi peringatan (buzzer). Selanjutnya matikan alat secara manual (cabut tusuk kontak dari sumber PLN).

Tangki penuh sensor kena airGambar Ilustrasi Kondisi Tangki Penuh (Motor Pompa Mati Secara Otomatis)

- Keunggulan alat ini adalah tidak terdapat gelembung listrik dalam air (elektrolisis) yang keluar dari sensor, biarpun alat ini dibiarkan tidak dicabut dari sumber PLN. Sehingga tidak akan mempengaruhi sifat asli airnya.

Sensor kena airGambar Ilustrasi Kondisi Sensor A dan Sensor B Menyentuh Air

Pemasangan

- Untuk Sensor, siapkan kabel tunggal 2 x 1,5 mm2 dengan panjang 1 meter. Kupas isolator kabel kira-kira 1 cm untuk tiap Sensor.

Kabel sensor

- Buat dua buah lubang pada bagian atas tangki, ukuran pas dengan kabel Sensor. Jarak antar sensor 1 sampai 2 cm.

Lubang sensor pada toren

- Masukkan kabel Sensor dalam tangki.

Pemasangan sensor

- Kabel Sensor dalam tangki diposisikan sejajar.

Kabel sensor dalam toren

- Hubungkan Sensor dengan alat, lalu pasang motor pompa air.

Penerapan

ESOPA pompa hidupGambar Kondisi Motor Pompa Hidup

ESOPA penuhGambar Kondisi Tangki Penuh (Motor Pompa Mati Secara Otomatis)

ESOPA direkomendasi untuk motor pompa air rumahan dengan spesifikasi teknis 220 V 1 fase max 2 Ampere. Untuk penggunaan motor pompa dengan spesifikasi yang lebih besar (keperluan dunia industri) bisa menghubungkannya terlebih dahulu dengan Magnetic Contactor.

Selain memasang motor pompa air pada ESOPA, bisa juga mengganti dengan alat lain yang sesuai keperluan seperti keran listrik (Solenoid Valve) untuk pengguna PAM.

Anda dapat memperoleh ESOPA (Elektronik Semi Otomatis Pompa Air) ini hanya dengan harga Rp 150.000,- (sudah termasuk ongkos kirim, untuk wilayah Jawa). Akan kami kirimkan via pos atau titipan kilat. Pemesanan dilakukan dengan menghubungi kami melalui sms ke no 08121070518 a.n. Zaldi Hardiyanto atau email ke zaldi_ca@yahoo.co.id. Pembayaran dilakukan melalui transfer antar rekening.

Produk ESOPA (Elektronik Semi Otomatis Pompa Air) bergaransi selama 6 bulan, lihat di Garansi dan Kerusakan.

Update Gambar

- Kabel AC sumber PLN diganti dengan ukuran yang lebih besar, sehingga lebih aman untuk beban berat seperti motor pompa air

esopa_dgn_kabel_lebih_besarGambar ESOPA dengan Kabel AC yang Lebih Besar

- Ditambahkan saklar on/off buzzer, berguna bila buzzer tidak ingin dibunyikan

esopa_dgn_saklar_buzzerGambar ESOPA dengan Saklar Buzzer

Jangan khawatir bos, harga masih sama Rp 150.000,- (sudah termasuk ongkos kirim, untuk wilayah Jawa). Jadi tunggu apalagi silahkan Anda pesan.

Update tanggal 17-09-2014:

Produk ESOPA sudah tidak dibuat lagi, mohon maaf.

Next→
←Prev

Artikel Terkait

Pilih Label

Baca lagi

Gabung Grup Diskusi Elektronika Dasar

Diskusi elektronika dan listrik melalui aplikasi Telegram. Silahkan baca di

Ayo Gabung Grup Telegram Diskusi Elektronika Dasar

30 komentar

  1. klo seandainya penuh dan merendam sebahagian kabel sensor tersebut akan kah menimbulkan arus listrik yg bisa menyebabkan setrum yang berakibat pada tubuh ( pada saat kita memerlukan air tersebut mungkinkah kita akan tersetrum ) makasih sebelumnya

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas pertanyaannya.

    Ada 4 kondisi saat kabel sensor terkena atau terendam air, yaitu:
    1. Motor pompa mati
    2. Buzzer berbunyi
    3. Arus listrik ke sensor terputus
    4. Menahan arus listrik dalam rangkaian.

    Pada kondisi no 3 (arus listrik ke sensor terputus), akan mencegah terjadinya elektrolisis atau gelembung listrik dalam air dan tentu saja tidak akan ada bahaya kesetrum.

    Demikian tanggapan saya :h:

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum ...

    Ada selenoid valve utk pipa 1/2 - 3/4 inch
    NO/NC
    Kalau ada specknya lebih baik,
    Utk emergency lamp tempo hari gmn

    Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  4. Pak alatnya kalo dipasang pada pompa air jet pump shimizu 250 watt kuat nggak?

    BalasHapus
  5. Insya Alloh kuat, saya sendiri memakai ESOPA untuk mengontrol pompa itu dirumah dan alhamdulillah hampir 2 tahun ini belum ada masalah dengan ESOPA nya

    BalasHapus
  6. Jadi setelah pompa mati ato buzzer bunyi, sebelum alat dicabut buzzer akan bunyi trus gitu? kalo saya pesan buzzernya pake saklar bisa ga?

    BalasHapus
  7. @ Satriaji Nugroho: Betul, buzzer sebagai peringatan motor pompa telah mati secara otomatis dan selanjutnya cabut tusuk kontak alat dari sumber PLN. Hal ini berguna untuk mematikan buzzer dan alat, dan tentunya menghemat energi listrik.

    Tentu bisa, silahkan Bapa hubungi saya kembali, dan mungkin kedapannya alat akan memakai saklar on off pada buzzer

    Terimakasih atas tanggapannya

    BalasHapus
  8. BRO KLO UTK POMPA 3 PHASE BISA GK??? THANKS

    BalasHapus
  9. Bisa, caranya jalur output (Pompa) dihubungkan ke Magnetic Contactor

    BalasHapus
  10. tp apakah aman??kan kapasitas nya cm utk 220?

    BalasHapus
  11. Ingat!! Gunakan magnetic contactor dengan coil 220 VAC.
    Jadi output alat ESOPA ini dikonek ke contactor, dan contactor tsb berfungsi sebagai saklar yang menghubungkan listrik 3 fase 380 V dengan motor pompa 3 fase juga.
    Amankah? selama jalur listrik tidak dipegang, ya aman-aman saja. Perihal sensor yang terhubung ke air, ini juga relatif aman walaupun dipegang sekalipun, karena alat ESOPA dikontrol menggunakan supply tegangan 9 VDC.
    Bagaimana? cukup jelaskah? :c:

    BalasHapus
  12. dmna saya dpat memesannya

    BalasHapus
  13. Untuk pemesanan, silahkan sms/telpun ke 08120170518.

    BalasHapus
  14. mas, cari/pesan box plastik spt itu dimana tempatnya?
    kebetulan saya butuh banyak buat casing rangkaian display running led

    BalasHapus
  15. Ya di toko elektronik kang, masa di toko mebel, hehe
    Akang butuh? silahkan sms/whatsapp ke 08120170518

    BalasHapus
  16. o iya makasih mas.
    baru tau klo di toko elektronik ada yg jual box plastik spt itu. apakah ukurannya bermacam2? klo ngomong ke toko nya bilang cari apa, apakah box plastik gitu?

    BalasHapus
  17. Ukurannya 75x50x150 mm^3 untuk yg plastik hanya itu.
    Namanya box adaptor 0,5 A.

    BalasHapus
  18. Apa bisa di Pasang untuk Toren Kap.2500ltr & Pompa Booster 1 Hp..., Terimakasih

    BalasHapus
  19. Apa bisa di Pasang untuk Toren Kap.2500ltr & Pompa Booster 1 Hp (1Phase)..., Terimakasih

    BalasHapus
  20. Secara teknis, alat ini bisa dipasang pada penampungan air atau toren ukuran berapapun, baik 500 atau 2500 liter.
    Untuk koneksi ke pompa, sesuai dengan keterangan artikel di atas, maksimal 2 A. Hal ini didasarkan kepada kemampuan saklar relay dalam alat tsb. Maka untuk koneksi ke pompa 1 HP atau 750 W atau konsumsi arus sekitar 4 A, alat ini tidak akan mampu, kecuali di kopel dengan magnetic contactor.

    BalasHapus
  21. kapasitas listrik pompa submersible tsb 550 watts/0.55kw, 220volt , 0.75 HP / 3/4 PK, 4,8 A, mohon informasinya, Terima KAsih

    BalasHapus
  22. Sekali lagi saya tambahkan, untuk koneksi ke (motor) pompa, sesuai dengan keterangan artikel di atas, maksimal 220 VAC 2 A. Untuk ampere yg lebih tinggi, harus dikopel dengan magnetic contactor.

    BalasHapus
  23. Lebih bagus jika sekalian dibuat saklar batas bawah nya... plus tambahan dengan sensor trafo arus yang jika air di sumur habis, pompa mati sendiri supaya tidak overheat.

    BalasHapus
  24. Terima kasih atas sarannya. Sesuai namanya, ESOPA (Elektronik Semi Otomatis Pompa Air), jd yg dikontrol otomatis hanya batas atas, sedang batas bawah tidak. Kalo dikontrol otomatis dua-duanya, itu berarti harus ganti nama jd EOPA (Elektronik Otomatis Pompa Air) :c:

    BalasHapus
  25. radar lebih aman kayaknya.. :)

    BalasHapus
  26. mas,dua tahun yang lalu sy bli Esopa,kemarin switch relay nya kebakar,jadi sy ganti pakai relay merk Omron,kyanya lebih bagus kontak nya ( lebih besar permukan kontaknya ),saran sy Relay nya diganti yang lebih baik,tq

    BalasHapus
  27. Bro bisa di gunakan dgn pompa Booster mesin air Reverse Osmosis gak bro, Spek Pompanya : 1phase , 1Hp mereknya F&W .
    kalo bisa saya mau gunakan pada Tangki penampungan Air hasil Olahan Mesin RO....

    BalasHapus
  28. @25, Yang lebih aman lagi, kita punya duit, hehe

    @26, Terima kasih atas kepercayaannya membeli produk ESOPA ini. Sarannya bagus, nanti kami ulas lagi.

    @27, Maaf ga bisa, alat ini untuk keperluan rumah atau motor kecil 220 VAC 2 A max.

    BalasHapus
  29. Pertanyaan ane sederhana saja mas. Itu klo permukaan air turun 0,5 cm dibawah sensor brarti pompa hidup lg. Brarti pompanya hidup-mati-hidup-mati. Boros strom donk??? Harusnya ad 2 sensor, yakni sensor minimal dan maksimal. Jd ad batas plg bawah dan batas paling atas. Jd range kerja pompa antara batas minimal-batas maksimal.

    BalasHapus
  30. ga gitu mas, kalo permukaan air turun & alat masih kondisi aktif, yg terjadi motor tetep mati, buzzer tetep bunyi, sampe alat dicabut/tidak aktif, baca lagi komentar saya di atas

    BalasHapus